Kamis, 7 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kasus Brigadir J

Hanya di Adegan Ini, Penyidik Berani Panggil Ferdy Sambo Jenderal Meski Sudah Dipecat

Saat proses rekontruksi berlangsung, terdapat seorang penyidik masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan Jenderal.

Tayang:
(Tangkap layar Polri TV)
Tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo, terlihat mengenakan baju tahanan saat mengikuti proses rekonstruksi, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM - Rekontruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J baru saja berlangsung pada Selasa (30/8/2022).

Meski kasus pembunuhan Brigadir J membutuhkan waktu yang lama, namun kini perlahan-lahan sudah menemukan titik terang.

Saat proses rekontruksi berlangsung, terdapat seorang penyidik masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan Jenderal.

Momen tersebut terjadi saat Ferdy Sambo tengah melakukan rekontruksi di rumah dinas, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Awalnya dalam adegan detik-detik pembunuhan Brigadir J, empat tersangka yakni Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf, datang ke lokasi penembakan bersama korban Brigadir J yang diperankan orang lain.

Tidak lama berselang, Ferdy Sambo yang menggunakan mobil lain pun datang ke lokasi kejadian.

Saat itu, mobil yang ditumpangi Ferdy Sambo sempat memutar balik di depan rumah ke arah rumah pribadi di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Setelah itu, Ferdy Sambo turun dari mobil dan berjalan menuju pintu gerbang.

Saat itu, Ferdy Sambo melakukan adegan pistol Glock 26 yang dibawanya jatuh.

Pistol tersebut sempat akan dipungut ajudannya bernama Rommer, tapi Ferdy Sambo melarangnya.

Dalam rekonstruksi Ferdy Sambo memungut pistol Glock 26 tersebut sendiri dengan menggunakan sarung tangan hitam.

Setelah diperlihatkan adegan Ferdy Sambo mengambil pistol yang jatuh ke aspal dalam rekonsrtruksi, seorang penyidik Bareskrim Polri sempat bertanya kepada eks Kadiv Propam Polri itu.

Penyidik tersebut masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan jenderal meski sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) telah memutuskan pemecatan terhadap suami Putri Candrawathi itu.

"Tapi senjatanya benar, jenderal?" kata penyidik tersebut bertanya kepada Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo menanggapi pertanyaan penyidik tersebut dengan menganggukkan kepala.

Lantas, Ferdy Sambo pun melanjutkan melakukan reka adegan yang lain hingga akhirnya memperagakan detik-detik pembunuhan Brigadir J di ruang tengah rumah dinas Duren Tiga.

Baca juga: Kuwat Maruf Trending 2 Hari di Twitter, Ini Peran Sopir Istri Ferdy Sambo Itu Dalam Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo Pakai Baju Tahanan saat Rekonstruksi Kasus Brigadir J

Mantan Kadiv Prompam Irjen Ferdy Sambo hadir dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Irjen Ferdy Sambo terlihat mengenakan baju tahanan saat dihadirkan dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J Selasa (30/8/2022).

Ferdy Sambo tampak mengenakan baju tahanan yang berwarna orange.

Di belakang baju itu tertulis Tahanan Bareskrim Polri.

Tampak juga kedua tangan Ferdy Sambo diikat dengan menggunakan tali berwarna putih.

Ferdy Sambo terlihat mulai menjalani adegan rekonstruksi untuk adegan yang terjadi kediaman pribadinya di Jl Saguling.

Sebelumnya, dalam rekonstruksi adegan peristiwa di Magelang, Ferdy Sambo tidak terlihat.

Saat berita ini ditulis, proses rekonstruksi di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jl Saguling masih berlangsung.

Total ada 78 adegan dalam rekonstruksi

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, dalam proses reka ulang atau rekonstruksi tewasnya Brigadir J, penyidik akan memperagakan total 78 adegan.

Adapun adegan itu dimulai dari kondisi saat di Magelang, rumah pribadi Ferdy Sambo hingga akhirnya ke Rumah Dinas Ferdy Sambo yang juga merupakan tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

"Rekonstruksi pada hari ini akan meliputi 78 adegan, di rumah Magelang sebanyak 16 adegan, yang meliputi peristiwa tanggal 4 tgl 7 dan tgl 8 juli," kata Dedi saat jumpa pers di rumah pribadi Ferdy Sambo, di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta, Selatan, Selasa (30/8/2022).

"Di rumah Saguling sebanyak 35 adegan, meliputi peristiwa tgl 8 dan pasca pembunuhan Brigadir J, kemudian di rumah komplek Duren Tiga sebanyak 27 adegan terkait peristiwa pembunuhan Brigadir J," sambungnya.

Dedi memastikan, dalam rekonstruksi ini pihaknya telah menyiapkan setidaknya dua layar tv untuk para awak media yang menjalani peliputan.

Hal itu didasari karena agenda rekonstruksi ini sendiri digelar secara tertutup dan hanya diikuti oleh pihak pengawas eksternal termasuk Komnas HAM, Kompolnas, para Jaksa Penuntut Umum dan para pengacara tersangka.

Untuk sejauh ini berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, seluruh tersangka baik Ferdy Sambo, Bharada E dan Bripka RR serta Kuwat Maruf sudah tiba di lokasi rekonstruksi rumah pribadi Ferdy Sambo.

Saat ini keseluruhan tersangka termasuk Putri Candrawathi sudah berada di dalam rumah.

Belum diketahui secara pasti, adegan apa saja yang tengah dilakukan di rumah tersebut.

Dedi hanya memastikan, dalam rekonstruksi ini seluruh tersangka akan terlibat memperagakan adegan peradegan.

"Iya namnay rekonstruksi lima tersangka dihadirkan, nanti akan merekonstruksikan seluruh kegiatan yang dilaksakan dan yang terjadi di dua TKP tersebut," tukas Dedi.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved