Breaking News:

Dua Pemuda Tewas Dianiaya Saat Nonton Kuda Lumping dalam Karnaval Agustusan di Rancaekek Bandung

Korban adalah AM (29)  dan SD (22), keduanya meninggal dunia setelah berduel dengan tersangka HK (33) dan S (40).

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin
HK (33) dan S (40) pelaku penganiayaan dua pemuda asal Rancaekek, Kabupaten Bandung saat dirilis polisi di Mapolresta Bandung, Selasa (23/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dua orang pemuda di Rancaekek Kabupaten Bandung, tewas penuh luka saat perayaan Kemerdekaan Indonesia ke 77.

Korban adalah AM (29)  dan SD (22), keduanya meninggal dunia setelah berduel dengan tersangka HK (33) dan S (40).

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, menjelaskan kronologi kejadian, AM dan kawan-kawan akan menonton kuda lumping pada momen karnaval agustusan 17 Agutus 2022.

"Setelah nonton acara tersebut sekira 17.00 Wib, AM dan kawan-kawan sedang berkumpul di tempat tersebut lalu HK menegur AM dan kawan-kawan, dan terjadilah percekcokan," ujar Kusworo, di Mapolresta Bandung, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: Pemuda Tusuk Cewek BO Usai Berhubungan di Kosan, Pelaku Diseret Keluar dalam Kondisi Tak Berbusana

HK (33) dan S (40) pelaku penganiayaan dua pemuda asal Rancaekek, Kabupaten Bandung saat dirilis polisi di Mapolresta Bandung, Selasa (23/8/2022).
HK (33) dan S (40) pelaku penganiayaan dua pemuda asal Rancaekek, Kabupaten Bandung saat dirilis polisi di Mapolresta Bandung, Selasa (23/8/2022). (Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin)

Kusworo mengatakan, tidak lama setelah itu AM dan HK berkelahi di tempat tesebut, AM mengeluarkan pisau yang di bawanya dan menusukan kepada HK mengenai pinggang sebelah kiri.

"HK berhasil merebut pisau milik AM dan menusukan pisau tersebut kebagian dada," ujar Kusworo.
 
S membantu HK dengan cara menendang SD teman AM, yang menyebabkan jatuh ke selokan.

Kusworo mengatakan SD sempat di bawa ke rumah sakit oleh pihak keluarga, kemudian di bawa ke rumah akan tetapi meninggal dunia di rumahnya, dan AM meninggal dunia di lokasi.

Baca juga: Pulang Nonton Lomba Agustusan Pria di Sukabumi Ini Langsung Gantung Diri dalam Kamar

"Tersangka sempat melarikan diri untuk berobat, kemudian setelah mengetahui korban yang dianiaya itu meninggal, melarikan diri ke wilayah Kabupaten Garut," ucap Kusworo.

Menurut Kusworo, dalam tempo waktu 2 kali 24 Jam, tersangka bisa diamankan oleh Satreskrim Polresta Bandung.

"Dilakukan pemeriksaan didapatkan kesesuaian, keterangan dari saksi dan tersangka, maupun barang bukti yang ada di TKP," ujarnya.

Motifnya emosi spontanitas di TKP ketika berpapasan terjadi ejek mengejek dan percekcokan mulut, hingga terjadi perkelahian.

"Kondisinya dalam keadaan mabuk dan tidak bisa berfikir jernih, yang mengakibatkan perkelahian tersebut," tuturnya.

Atas perbuatan itu, kata Kusworo, tersangka di jerat pasal 338 dan atau 351 ayat 3 KUHP yaitu penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Ancaman hukuman 15 tahun penjara," ucapnya.

Baca juga: Bos Travel di Bandung Dihabisi Karyawannya Sendiri, Mayatnya Dibungkus Selimut Dibuang ke Garut

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved