Sabtu, 30 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Tradisi Unik Bubur Sura di Majalengka, Bubur Khusus yang hanya Ada di Bulan Muharram Saja

Penanaman Bubur Sura sendiri diambil dari naman bulan Muharram versi Jawa yakni Sura.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Bubur Sura, bubur yang hanya ditemukan menyambut bulan Muharram. Bubur ini dibuat oleh warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Minggu (21/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Ada tradisi unik yang kembali digelar oleh warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Di mana, warga asal Blok Minggu, Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung ini membuat bubur yang hanya ada pada bulan Muharram (hitungan bulan hijriah), yang pada tahun ini, dalam hitungan bulan nasional jatuh pada bulan Agustus.

Hal itu yang menyebabkan, bubur tersebut dinamakan Bubur Sura.

Tentu, bubur itu bukan seperti bubur ayam atau bubur kacang hijau yang selama ini mudah dijumpai.

Penanaman Bubur Sura sendiri diambil dari naman bulan Muharram versi Jawa yakni Sura.

Bagi sebagian kalangan, khususnya generasi Z, bubur jenis ini mungkin masih cukup asing.

Para warga tersebut menggelar tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun sejak zaman nenek moyang dulu.

Dengan konsep gotong royong, warga beramai-ramai membuat Bubur Sura di Pondok Pesantren Darussalam pada Minggu (21/8/2022). 

Sama seperti halnya yang dilakukan para pendahulu, Bubur Sura yang dibuat Emak-emak saat ini bermodalkan urunan dari warga sekitar dan orang tua Santri.

Baca juga: Cerita di Balik Eksisnya Tradisi Selametan Bubur Suro di Keraton Kanoman Cirebon

Dari hasil urunan itu, terkumpul sekitar 20 Kilogram Beras, untuk selanjutnya dibuat Bubur Sura.

"Alhamdulillah kemarin warga kami sudah menggelar tradisi yang masih terus berlanjut sampai saat ini, yakni tradisi membuat bubur sura."

Di aman, digelar secara urunan, yang kemudian setelah jadi, dibagikan juga ke masyarakat sekitar," ujar pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ahmad Arrofiq Showi saat dikonfirmasi, Senin (22/8/2022).

Selain hanya bisa ditemukan pada bulan Sura atau Muharram saja, penampilan dari Bubur Sura ini pun berbeda dengan bubur pada umumnya.

Jika pada umumnya bubur berwarna putih, Bubur Sura ini memiliki warna yang cukup mencolok yakni Kuning.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved