Kasus Brigadir J

Brigadir J Tak Lecehkan Istri Ferdy Sambo, Keluarga Sebut Ini yang Dilakukan pada Putri Candrawathi

Bibi Brigadir J, Roslin Simanjuntak menduga penembakan ini dilakukan karena Brigadir J melindungi nyawa istri Ferdy Sambo, bukan melecehkan.

Editor: Mumu Mujahidin
Facebook/Roslin Simanjuntak
Isi chat Putri Candrawathi ke Brigadir J ini mengungkap kedekatan dan hubungan keduanya. Brigadir J disebut tak lecehkan istri Ferdy Sambo, justru ingin melindungi Putri Candrawathi. 

TRIBUNCIREBON.COM - Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dituding telah melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.

Hal itu diduga menjadi penyebab pembunuhan terhadap Brigadir J oleh Bharada E atas perintah Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun telah ditetapkan Bareskrim Polri sebagai otak pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua.

Namun motif dari penembakan ini belum diungkapkan dan masih dalam proses penyidikan.

Baca juga: Isi Surat Ayah Bharada E yang Mengaku Putus Asa hingga Minta Bantuan Presiden Jokowi

Pihak keluarga Brigadir J juga terus menunggu dan penasaran alasan dibalik dihilangkannya nyawa Brigadir J di tangan atasannya sendiri.

"Dari awal kami membantah bahwa anak kami itu melakukan pelecehan, karena kami tau sifat anak kami itu, dibilang melakukan pelecehan kami tidak terima," kata bibi Brigadir J, Roslin Simanjuntak, Rabu (10/8/2022).

Roslin menduga penembakan ini dilakukan karena Brigadir J melindungi nyawa istri Ferdy Sambo, bukan melecehkan.

"Secara pribadi kami merasa anak kami melindungi ibu Putri makanya nyawanya jadi hilang," ucap Roslin.

Dugaan dikatakan Roslin karena dirinya tau sifat Brigadir J sejak kecil, dan memiliki sifat penyayang. 

Baca juga: SOSOK Ferdy Sambo, Tersangka Pembunuhan Brigadir J Ternyata Jenderal Bintang Dua Termuda

Susno Duadji Sebut Tak Mungkin Brigadir J Masuk Kamar Putri Candrawathi

Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji komentari tudingan Brigadir J lakukan pelecehan kepada Putri Candrawathi istri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sebelumnya Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak meyakini bahwa almarhum tidak mungkin berani masuk ke dalam kamar pribadi Irjen Ferdy Sambo.

Terlebih Brigadir J melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Menurut Kamaruddin Simanjuntak, berdasarkan pengalamannya mengenal banyak jenderal, hubungan ajudan dengan atasannya itu sangat terbatas.

Bahkan menurut dia, ada temannya yang tiga tahun menjabat sebagai ajudan, mengatakan bahwa melihat hendel pintu kamar majikannya pun tidak berani.

Sehingga, ia menduga bahwa Brigadir J tidak mungkin masuk ke dalam kamar Ferdy Sambo yang mana di dalamnya ada Putri Candrawathi, tanpa seizin atasannya.

Kamaruddin Simanjuntak bahwa ragu bahwa Brigadir J nekat melakukan pelecehan kepada istri atasannya tersebut.

Tak hanya itu, Kamaruddin Simanjuntak juga menyinggung soal senjata jenis Glock-17 yang digunakan oleh Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Sebab menurut dia, hanya polisi setara Brigjen yang memilikinya.

Pendapat itu diamini oleh Kabareskrim Polri Periode 2008-2009, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, yang menyebut bahwa tidak mungkin seorang ajudan masuk kamar tanpa seizin atasannya.

Baca juga: Susno Duadji Singgung Tudingan Pelecehan Brigadir J pada Istri Irjen Ferdy Sambo di dalam Kamar

Isi chat Putri Candrawathi ke Brigadir J ini mengungkap kedekatan dan hubungan keduanya. Istri Ferdy Sambo bahkan punya panggilan spesial untuk almarhum.
Isi chat Putri Candrawathi ke Brigadir J ini mengungkap kedekatan dan hubungan keduanya. Istri Ferdy Sambo bahkan punya panggilan spesial untuk almarhum. (Facebook/Roslin Simanjuntak)

Berdasarkan pengalamannya, Susno Duadji menyebut, ajudannya baru akan masuk ke dalam kamarnya jika diperintah oleh dirinya.
 
Kemudian soal kepemilikan senjata, ia menyebut bahwa ada SOP-nya untuk polisi dibekali senjata.

Pada tayangan Dua Sisi di Youtube tvOneNews, Jumat (5/8/2022), Kamarudin Simanjuntak menjelaskan soal keyakinannya bahwa Brigadir J tidak mungkin nekat masuk ke dalam kamar istri Ferdy Sambo.

"Teman saya itu puluhan bahkan ratusan jenderal, mereka para ajudan kalau komunikasi dengan para atasannya itu bikin saya pusing, jawabnya cuma siap-siap saja. Ditanya sudah makan, jawabannya cuma siap. Jadi saya berpikir, sebenarnya siap sudah makan atau belum," beber Kamarudin Simanjuntak.

Ia pun menyebut bahwa ada batasan yang sangat jelas antara ajudan dan atasannya ini.

"Nah mereka itu cuma di pos-pos itu saja, tidak bisa masuk ke rumah utama. Tidak ada itu. Malah ada teman saya polisi biasa 3 tahun jadi ajudan, nengok hendel pintu kamar bosnya aja gak berani itu menatap," tuturnya.

Kamaruddin Simanjuntak menyebut, dirinya tak yakin Brigadir J masuk ke kamar pribadi Ferdy Sambo tanpa izin atasan.

"Artinya Anda gak percaya Brigadir J masuk ke dalam kamar istri Kadiv Propam?," tanya host.

"Nggak lah, dia hanya disuruh sebagai yang betanggung jawab," kata Kamaruddin Simanjuntak lagi.

Kemudian ia juga menyinggung soal senjata Glock-17 yang dipakai Bharada E.

Baca juga: SETELAH Ferdy Sambo Tersangka, Putri Candrawathi Diminta Jelaskan Soal Pelecehan oleh Brigadir J

"Saya udah tahu Glock-17 ini kan buatan Austria, ini kan senjatanya para raja, minimal Brigjen dia," ungkap Kamaruddin.

Menanggapi hal itu, Susno Duadji pun menceritakan pengalamannya saat menjadi Kabareskrim dan dibekali ajudan.

"Kalau tidak ada kepentingan, dalam keadaan nomal tidak dipanggil, ya nggak mungkin lah (masuk kamar atasan)," kata dia tegas.

Namun ia menjelaskan, ada momen tertentu ajudan bisa masuk ke kamar pribadi atasannya.

"Kalau misalnya saya panggil, misalnya ini ada benda berat, misalnya barbel saya dari kamar pindahkan ke teras (baru masuk ke kamar). Artinya harus atas perintah," jelas dia lagi.

Ia pun menyebut, jika ada ajudan yang berani masuk ke kamar tanpa izin berarti sudah nekat dan siap kehilangan pekerjaannya.

"Tapi kalau dia masuk misalnya tanpa izin, nah ini berarti dia sudah tidak mau lagi ikut kita," kata dia.

"Memang artinya sopan santun ada, tapi kalau ada perintah baru masuk. Karena setiap masuk kan ada kepentingan," tambahnya.

Kemudian soal kepemilikan senjata oleh Bharada E selaku sopir Ferdy Sambo, ia pun memberikan tanggapan.

Soal kasus Brigadir J, Mantan Kabareskrim Susno Duadji menyebut, ajudan tidak mungkin berani masuk pribadi tanpa perintah atasan.

Baca juga: Brigadir J Ditembak Mati karena Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Istri Atasannya dalam Kamar

Susno Duadji pun mengakui bahwa saat itu sopirnya juga dibekali senjata.

"Sopir saya dulu pegang senjata karena pangkatnya Bintara, jenisnya revolver," kata Susno Duaji.

"Lazimkah sopir pegang Glock?," tanya host lagi.

"Bukan soal lazim atau tidak tapi kembali pada aturan, aturan kalau di hal-hal begini kepolisian itu diatur dalam SOP pemegangan senjata," jelas Susno Duadji.

Ia menuturkan, yang pertama, untuk bersenjata itu tergantung kepentingan tugasnya, penting atau tidak seorang polisi itu bersenjata.

"Kalau dia tukang masak saja gak perlu, kalau dia memang mengawal pimpinannya ini ke mana-mana dan pimpinannya ini punya jabatan strategis, mungkin dianggap penting," kata dia.

Namun ia pun mengakui bahwa senjata ini tidak bisa diberikan begitu saja kepada polisi.

"Harus ada tes psikologi. Kalau orang berangasan, gampang marah, itu gak boleh pakai senjata," tandasnya.

Selain tes psikologi, dilihat juga kemampuannya dalam memegang senjata tersebut.

Baca juga: Susno Duadji Sindir Bharada E, Sebut Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo Lebih Hebat dari para Jenderal

"Nah setelah dia lulus itu baru dites kemampuannya pegang senjata atau tidak. Nah kalau dia nggak mau, nggak ngerti pelatuk senjata, gak ngerti memasukkan peluru, gak mungkin dia pegang senjata," jelasnya.

Kemudian terkait Bharada E yang memiliki senjata, ia pun mengakui kemampuan Brimob.

"Brimob itu pasukan tempurnya polri, jelas dia dilatih untuk bersenjata. Tapi kalau sudah kita sempitkan lagi kepada personil Bharada E, ini saya tidak bisa menilai kasus," tandasnya.(*)

Berita lain terkait Kasus Brigadir J

(Tribunjambi.com/Danang Noprianto)

Berita lain terkait Pembunuhan Brigadir J

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved