Kasus Brigadir J

Brigadir J Tak Lecehkan Istri Ferdy Sambo, Keluarga Sebut Ini yang Dilakukan pada Putri Candrawathi

Bibi Brigadir J, Roslin Simanjuntak menduga penembakan ini dilakukan karena Brigadir J melindungi nyawa istri Ferdy Sambo, bukan melecehkan.

Editor: Mumu Mujahidin
Facebook/Roslin Simanjuntak
Isi chat Putri Candrawathi ke Brigadir J ini mengungkap kedekatan dan hubungan keduanya. Brigadir J disebut tak lecehkan istri Ferdy Sambo, justru ingin melindungi Putri Candrawathi. 

Menanggapi hal itu, Susno Duadji pun menceritakan pengalamannya saat menjadi Kabareskrim dan dibekali ajudan.

"Kalau tidak ada kepentingan, dalam keadaan nomal tidak dipanggil, ya nggak mungkin lah (masuk kamar atasan)," kata dia tegas.

Namun ia menjelaskan, ada momen tertentu ajudan bisa masuk ke kamar pribadi atasannya.

"Kalau misalnya saya panggil, misalnya ini ada benda berat, misalnya barbel saya dari kamar pindahkan ke teras (baru masuk ke kamar). Artinya harus atas perintah," jelas dia lagi.

Ia pun menyebut, jika ada ajudan yang berani masuk ke kamar tanpa izin berarti sudah nekat dan siap kehilangan pekerjaannya.

"Tapi kalau dia masuk misalnya tanpa izin, nah ini berarti dia sudah tidak mau lagi ikut kita," kata dia.

"Memang artinya sopan santun ada, tapi kalau ada perintah baru masuk. Karena setiap masuk kan ada kepentingan," tambahnya.

Kemudian soal kepemilikan senjata oleh Bharada E selaku sopir Ferdy Sambo, ia pun memberikan tanggapan.

Soal kasus Brigadir J, Mantan Kabareskrim Susno Duadji menyebut, ajudan tidak mungkin berani masuk pribadi tanpa perintah atasan.

Baca juga: Brigadir J Ditembak Mati karena Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Istri Atasannya dalam Kamar

Susno Duadji pun mengakui bahwa saat itu sopirnya juga dibekali senjata.

"Sopir saya dulu pegang senjata karena pangkatnya Bintara, jenisnya revolver," kata Susno Duaji.

"Lazimkah sopir pegang Glock?," tanya host lagi.

"Bukan soal lazim atau tidak tapi kembali pada aturan, aturan kalau di hal-hal begini kepolisian itu diatur dalam SOP pemegangan senjata," jelas Susno Duadji.

Ia menuturkan, yang pertama, untuk bersenjata itu tergantung kepentingan tugasnya, penting atau tidak seorang polisi itu bersenjata.

"Kalau dia tukang masak saja gak perlu, kalau dia memang mengawal pimpinannya ini ke mana-mana dan pimpinannya ini punya jabatan strategis, mungkin dianggap penting," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved