Breaking News:

Perang Ukraina dan Rusia Berdampak Pada Ekspor Mebel ke Eropa, Amerika Jadi Pasar Utama

pasar Eropa merupakan target utama penjualan mebel asal Indonesia, bahkan penjualannya mencapai 60 persen dari total ekspor.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Pengurus HIMKI, Satori (kanan), saat ditemui usai Musda DPD HIMKI Cirebon Raya di Hotel Luxton, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Selasa (19/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Perang Ukraina-Rusia berdampak besar terhadap ekspor produk mebel ke Eropa

Padahal,  pasar Eropa merupakan target utama penjualan mebel asal Indonesia, bahkan penjualannya mencapai 60 persen dari total ekspor.

Ketua Presidium DPP Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, melalui Pengurus HIMKI, Satori, mengatakan, hal itu menyebabkan penjualan produk mebel khususnya di pasar Eropa menurun.

"Saat ini, pasar utama produk mebel Indonesia bergeser ke Amerika Serikat," ujar Satori saat ditemui usai Musda DPD HIMKI Cirebon Raya di Hotel Luxton, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Selasa (19/7/2022).

Ia mengatakan, saat ini total ekspor produk mebel maupun kerajinan asal Indonesia di pasar Amerika Serikat dan Eropa hampir mencapai 50 : 50.

Pihaknya mencatat hingga semester I 2022 total ekspor mebel terutama produk rotan dari Indonesia di pasar Amerika Serikat mencapai 50 persen.

Sementara penjualan mebel dan rotan di pasar Eropa hanya mencapai 48 persen atau menurun 12 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

"Jadi, konflik Rusia dan Ukraina  memberikan dampak terhadap ekspor mebel dan kerajinan rotan, sehingga Eropa bukan lagi pasar utama," kata Satori.

Baca juga: HIMKI Catat Produksi Industri Mebel dan Kerajinan Turun 70 Persen Selama Pandemi Covid-19

Satori menyampaikan, adanya pergeseran tren di pasar Eropa yang sebelumnya kerap mengalokasikan biaya untuk membeli produk furniture atau lainnya.

Tidak menutup kemungkinan masyarakat Eropa lebih memprioritaskan keamanan dan keselamatan dirinya dibanding berbelanja furniture.

Pihaknya pun menilai pergeseran tren tersebut tergolong wajar, karena situasi konflik yang memanas antara Rusia dan Ukraina.

"Kami juga mengingatkan kepada teman-teman untuk lebih cermat memilih pasar mana yang daya belinya masih kuat," ujar Satori.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved