MPLS

Jembatan Hancur Diterjang Banjir, Puluhan Siswa di Garut Naik Perahu ke Sekolah

Para korban banjir tersebut awalnya berniat tak akan bersekolah karena jembatan penghubung permukiman dengan sekolah mereka hancur diterjang banjir

Istimewa
Siswa di garut ke sekolah pakai perahu di hari pertama masuk sekolah 

Wirdhanto juga menyebut bahwa selain menyebrangkan siswa menggunakan perahu karet, pihaknya juga melakukan antar jemput sejumlah siswa menggubakan kendaraan dinas polisi di wilayah Kecamatan Garut Kota. Hal itu juga terjadi karena putusnya jembatan yang menghubungkan dari Muara Sanding menuju Dayeuh Handap.

"Di kawasan perkotaan, memang ada dua jembatan yang putus, yaitu di Banyuresmi dan Garut Kota. Tapi kami juga menyiagakan di beberapa tempat lainnya untuk kendaraan dinas agar bisa mengantar jemput siswa ke sekolah bila memang dibutuhkan," ucapnya.

Kapolsek Banyuresmi, Kompol Supian BJ menjelaskan bahwa jembatan yang putus memang menghubungkan antara Desa Lengkong Jaya, Karangpawitan dengan Sukasenang, Banyuremi. 

"Memang banyak siswa yang sekolah di Sukasenang karena memang jaraknya lebih dekat," katanya.

Supian mengatakan bahwa tidak hanya untuk siswa dan orang tuanya, selama kegiatan itu juga tim mengangkut warga yang hendak menyebrang untuk beberapa kepentingan lainnya, seperti belanja dan berobat.

Selama kegiatan penyebrangan, dipastikan semuanya dilakukan dengan cara yang aman.

"Seluruh siswa, warga, termasuk juga yang antarnya menggunakan rompi keselamatan. Untuk kondisi air Cimanuk, saat ini relatif surut namun masih cukup deras," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved