Ibu Muda di Garut Pasrah Dipenjara Usai Gelapkan Uang Arisan, Suami dan Anaknya Kabur ke Kalimantan
Ibu muda EMP pelaku penggelapan arisan di Garut dirinya siap dihukum, ia juga mengaku sudah pasrah dengan keadaan semua yang telah menimpanya
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - EMP (23) seorang ibu muda pelaku penggelapan uang arisan di Garut mengaku siap bertanggung jawab atas perbuatannya.
Hal itu dikatakan EMP saat dipertemukan dengan para korban di Polres Garut, setelah dirinya ditetapkan tersangka, Rabu (6/7/2022).
Dalam video yang diunggah oleh korban, terlihat ibu muda EMP sedang menyalami satu persatu para korban, ia terlihat menebar senyum kepada para korban.
"Naon dosa neng? siap dipenjara?," ujar salah satu korban.
EMP kemudian menjawab dengan santai bahwa dirinya siap dihukum, ia juga mengaku sudah pasrah dengan keadaan semua yang telah menimpanya.
"Dosa saya penggelapan, dan sudah berbohong pada ibu. Ya siap (dipenjara), apapun itu nya, siap. Jadi udah pasrah, udah gak ini itu, jadi misalkan dipidana, tidak apa-apa karena sudah jadi dosa saya," ujar EMP.
EMP diketahui memiliki satu orang anak yang masih kecil, saat ini anaknya tersebut menurutnya sedang bersama suaminya di Kalimantan Timur tempat pelariannya selama empat bulan ini.
Ia merupakan warga Kampung Cikondang, Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Baca juga: Mama Muda Pelaku Arisan Brondong di Garut Ditangkap, Sempat Kabur ke Kutai Kartanegara
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto mengatakan, modus operandi yang dilakukan pelaku dalam melakukan aksinya itu adalah berpura-pura mempunyai banyak member arisan.
Padahal pelaku sama sekali tidak memiliki member arisan.
Pelaku melakukan hal tersebut lantaran pernah menjadi korban arisan bodong sebelumnya. Tidak terima menjadi korban, pelaku kemudian meniru modus penipuan tersebut dengan menyasar teman-temannya.
Hal tersebut dilakukannya untuk mengembalikan kerugian yang telah dialaminya karena pernah menjadi korban penipuan.
"Kemudian setelah pelaku menjadi korban, pelaku mencoba mengembalikan juga kerugian-kerugiannya dengan modus yang sama, yaitu memposting di akun Facebooknya," ujar Kapolres Garut, AKBP WIrdhanto Hadicaksono saat jumpa pers di Mapolres Garut.
Modus yang dilakukan pelaku adalah menawarkan slot arisan yang seolah-olah dijual oleh pemilik slot, padahal kenyataanya pemilik slot tersebut fiktif.
Baca juga: Ibu Muda Pelaku Arisan Bodong di Garut Diburu Polisi, Korban Terus Bertambah Banyak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Ibu-Muda-di-Garut-Gelapkan-Uang-Arisan-Ternyata-Pernah-Jadi-Korban.jpg)