Sosok
SOSOK Ahyudin, Pendiri ACT Sejak Tahun 2005 yang Kini Hengkang, Ini Kontribusinya Selama 13 Tahun
Berikut ini sosok Ahyudin yang merupakan pendiri Aksi Cepat Tanggap atau yang dikenal dengan nama ACT.
Penulis: Sartika Rizki Fadilah | Editor: dedy herdiana
TRIBUNCIREBON.COM - Berikut ini sosok Ahyudin yang merupakan pendiri Aksi Cepat Tanggap atau yang dikenal dengan nama ACT.
Baru-baru ini, lembaga kemanusiaan, ACT mendadak menjadi perbincangan hangat publik.
Bagaimana tidak, ACT bahkan menjadi trending topic di Twitter. Tagar #JanganPercayaACT ramai menjadi sorotan publik.
Awal mula kabar tersebut mencuat bahwa ACT diduga melakukan penyelewangan dana.
Kabar tersebut semakin menguat ketika adanya laporan majalah Tempo yang berjudul 'Kantong Bocor Dana Umat'.
Atas adanya kabar tersebut, seorang netizen bahkan mengunggah pemberitaan Tempo mengenai penyelewangan dana di ACT berjudul 'Kantong Bocor Dana Umat'.
Tak cukup sampai disitu, netizen tersebut bahkan sampai meminta Polri, Kemenkumham hingga Kemendagri untuk membongkar dugaan penyelewangan dana yang dilakukan ACT.
Lebih mengejutkan lagi, mencuat dugaan jika ACT mengirim dana ke LSM teroris selain memperkaya pribadi petinggi di lembaga filantropi itu.
Ramainya kabar tersbeut, banyak publik yang berbondong-bondong mempertanyakan siapa sebenarnya pendiri dari Aksi Cepat Tanggap (ACT)?
Sosok Ahyudin

Setelah ditelusuri, Ahyudin merupakan sosok pendiri atau founder dari ACT yang secara resmi berdiri sejak 2005.
Dikutip dari Indonesia Industry Outlook, Ahyudin merupakan sosok penting dlaam perkembangan dan kemajuan lembaga kemanusiaan.
Berbekal semangat, Ahyudin bersama rekan-rekannya berhasil mendirikan yayasan yang bergerak dalam bidang sosial dan kemanusiaan, yang kini dikenal dengan nama aksi Cepat Tanggap (ACT).
Selama berdiri, ACT sukses menjadi lembaga kemanusiaan garda terdepan dalam merespon bencana.
Tak cukup sampai disitu, selama 13 tahun menjabat sebagai pendiri ACT, Ahyudin mampu menciptakan program-program peduli kemanusiaan hingga kegiatan tanggap darurat diantaranya:
- Program Emergency Rescue
- Program Emergency Relief
- Program Emergency Medic
- Program Recovery Fisik, Recovery Ekonomi dan Recovery Sosial.
Aksi kemanusiaan ini tentunya berorientasi pada amal (charity) dan dengan memberdayakan sumberdaya lokal (local sources).
Sementara itu dikutip dari laman resmi ACT, kini nama Ahyudin tak lagi termasuk dalam manajemen ACT.
Rupanya, mencuat kabar jika Ahyudin sudah terlebih dahulu hengkang dari lembaga kemanusiaan ACT.
Adapun Ketua Dewan Pembina ACT saat ini diduduki oleh N Imam Akbari. Berikut susunan lengkap manajemen ACT:
Dewan Pembina
Ketua :
N Imam Akbari
Anggota :
Bobby Herwibowo, Lc
Dr Amir Faishol Fath, Lc, MA
Hariyana Hermain
Dewan Pengawas
Ketua :
H Sudarman, Lc
Anggota :
Sri Eddy Kuncoro
Pengurus
Ketua :
Ibnu Khajar
Sekretaris :
Sukorini
Bendahara :
Echwan Churniawan
Lantas apa sebenarnya ACT? Dan bagaimana sejarah sekaligus visi mis ACT?
Baca juga: Jelang Ramadan, PHRI, IHGMA, dan ACT Bersih-bersih 7 Masjid di Cirebon
Sejarah ACT
Dikutip dari laman resmi ACT, ACT secara resmi terbentuk sejak 21 April 2005 sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.
Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh ACT ialah kegiatan tanggap darurat, pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat.
ACT juga aktif dalam program spiritualnya yang berkaitan dengan kurban, zakat serta wakaf.
Hingga kini ACT didukung oleh donatur dari masyarakat yang memiliki kepedelulian terhadap sosial.
Berbagai perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga turut membantu ACT.
Setiap tahunnya, ACT memberikan laporan keuangannya melalui audit Kantor Akuntan Publik dan melaporkannya pada donatur serta stakeholder.
Sejak 2012, ACT menjadi salah satu lembaga kemanusiaan global yang memiliki jangkauan aktivitas luas.
Untuk skala dalam negeri, ACT telah merembet ke berbagai provinsi di Indonesia yang memiliki banyak relawan dan kantor cabang.
ACT sudah memiliki Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di 30 provinsi yang menyebar lebih dari 100 kota atau kabupaten di seluruh Indonesia.
Sedangkan dalam skala internasional, ACT sudah ada di 22 negara kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah, Afrika, Indocina dan Eropa Timur.
Wilayah kerja ACT di skala global diawali dengan kiprah dalam setiap tragedi kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
Misalnya saja bencana alam, kelaparan dan kekeringan, konflik dan peperangan, termasuk penindasan terhadap kelompok minoritas berbagai negara.
ACT memiliki spriti kolaborasi kemanuaisan yang ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam kepedulian terhadap sosial.
Pada 2014, ACT memulai menjalin kerjasama kemanusiaan dengan berbagai negara.
Visi ACT
Menjadi organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik.
Misi ACT
1. Mengorganisir dan mengelola berbagai persoalan kemanusiaan secara terencana, terkonsep, terintegrasi, dan berkesinambungan sehingga menjadi formula ideal dalam mengatasi berbagai problem kemanusiaan baik dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global.
2. Mengorganisir dan mengelola segala potensi kedermawanan masyarakat global sebagai modal sosial untuk mengatasi berbagai problem kemanusiaan baik dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global.
3. Mengorganisir dan mengelola segala potensi kerelawanan global sebagai modal sosial untuk mengatasi berbagai problem kemanusiaan baik dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global.