Idul Adha 2022
Indonesia Berpotensi Puasa Arafah Beda dengan Waktu Wukuf di Arab Saudi, Hukumnya Haram?
Apa hukumnya puasa arafah berbeda dengan wukuf? Simak selengkapnya di artikel di bawah ini.
Penulis: Sartika Rizki Fadilah | Editor: Mutiara Suci Erlanti
TRIBUNCIREBON.COM - Apa hukumnya puasa arafah berbeda dengan wukuf? Simak selengkapnya di artikel di bawah ini.
Tak lama lagi umat muslim akan segera melaksanakan puasa Arafah, lantas bagaimana puasa arafah apakah mengikuti waktu wukuf di arafah, Arab Saudi? atau berdasarkan ketetapan pemerintah?
Perlu diketahui bahwa puasa Arafah ini bersifat sunnah.
Berdasarkam penuturan dari Rois Syuriah yang pada saat itu bertugas sebagai pengisi PCNU Kota Bandung mengungkapkan jika pemerintah bahwa bulan Dzulhijah jatuh pada Jumat (5/7/2022), sementara untuk waktu arafah bertepatan pada Sabtu (6/7/2022).
Sementara itu perbedaan Indonesia dengan Arab Saudi adalah 4 jam, maka kemungkinan besar jika di Arab Saudi akan lebih mudah melngamati hilal.
Mengingat, Arab Saudi bisa mengamati hilal, untuk itu pemerintah Arab Saudi menetapkan 1 Dzulhijah pada Kamis (4/7/2022). Sedangkan untuk wukuf di Arafah akan dilaksanakan pada keesokan harinya Jumat (5/7/2022).
Baca juga: 46 WNI Gagal Jalani Ibadah Haji, Sudah Pakai Baju Ihram Malah Dideportasi dari Arab Karena Ini
"Karena Arab Saudi bisa mengamati hilal menetapkan tanggal 1 Dzulhijah pada hari Kamis, maka hari Arafah pada hari Jumat," ujar Rois Syuriah.
Untuk itu, Rois Syuriah menyimpulkan jika pemerintah Arab Saudi menetapkan wukuf di Arafah akan dilaksanakan pada Jumat (5/7/2022), adapun Hari Raya Idul Adha di Arab Saudi akan diperingati pada hari Sabtu (6/7/2022).
Berbeda dengan di Indonesia, berdasarkan keputusan pemerintah Indonesia, waktu Arafah jatuh pada hari Sabtu, sedangkan Hari Raya Idul Adha pada keesokan harinya, Minggu (7/7/2022).
Lantas apa hukumnya jika puasa arafah berbeda dengan wukuf?
Menurut Rois Syuriah, berdasarkan KH. Muhammad Sidiq Al Jawi mengenai hukum puasa arafah berbeda dengan wukuf menjelaskan bahwa haram hukumnya muslim berpuasa Arafah pada hari yang berbeda dengan waktu wukuf di Arafah.
Di samping itu, Rois Syuriah membeberkan alasan puasa Arafah berbeda dengan wukuf.
"Alasan pertama bahwa Arafah itu nama bagi tempat dan waktu,
Arafah itu nama tempat wukuf, medan, lapangan itu disebut Arafah.
Juga waktu yakni tanggal 9, itu alasannya, jadi hukumnya haram," ucapnya.
Baca juga: Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha Lengkap dengan Bacaan Niat dan Artinya
Hukum puasa dzulhijah digabung dengan qadha puasa apakah sah?
Berikut ini penjelasan hukum puasa Dzulhijah jika digabung dengan qadha puasa Ramadhan.
Sebagian dari Anda mungkin banyak yang bertanya-tanya apa hukum puasa sunnah Dzulhijah jika digabung dengan qadha puasa Ramadhan.
Bagi Anda yang masih belum mengetahuinya, apakah itu diperbolehkan atau tidak.
Berikut tribuncirebon.com sajikan, apakah boleh puasa Dzulhijah digabung dengan qadha puasa Ramadhan?
Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ponorogo Iswahyudi memberi penjelasan.
Ia mengatakan, diperbolehkan bagi mereka yang ingin berpuasa Dzulhijjah dan diniati dengan puasa Qadha.
"Kalau mereka sedang tidak haji bisa laksanakan puasa dari tanggal 1-9, kalau tidak sempat, minimal ia puasa tanggal 9 Dzulhijjah,"
"Yang kemudian jadi pertanyaan jika ia punya utang puasa. Nah para ulama mengatakan, diperbolehkan untuk dia puasa 9 Dzulhijjah puasa Arafah diniati dengan puasa Qadha, jadi niatnya gabung"
"Kalau misalkan dia niat meng-qadha bertepatan dengan tanggal 9 ia pun mendapat pahala sunnah puasa Arafah," kata Iswahyudi
Seperti yang diketahui, pada puasa Dzulhijah dibagi menjadi tiga, yakni puasa Dzulhijah dari tanggal 1-7, puasa tarwiyah tanggal 8 dan puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijah.
"Puasa di bulan Djulhijjah itu ada tiga puasa ,pertama puasa Dzuhijjah dari tanggal 1-7, kemudian puasa Tarwiyah, tanggal 8, dan terakhir puasa Arafah itu tanggal 9," katanya.
Anjuran Puasa Dzulhijah tanggal 1-9 oleh ulama didasarkan pada dalil berikut:
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda
"Tidak ada amal yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih baik daripada yang dilakukan pada sepuluh hari ini para sahabat bertanya, "tidak pula jihad?", beliau menjawab "tidak pula jihad, kecuali seorang laki-laki yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia kembali dengan tidak membawa apapun. (HR. Bukhari).
Berikut Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
- Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."
- Niat Puasa Tarwiyah
نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى
(Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala)
Artinya, "Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunah karena Allah ta’ala.”