Breaking News:

PENGAKUAN Ayah Kandung Rudapaksa Anak Berkali-kali di Garut hingga Hamil, Modus Mimpi Setubuhi Istri

AS pria di Garut mulai merudapaksa anak kandungnya sendiri sejak bulan Januari dan berakhir di bulan Juni 2022, kini korban hamil.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Jabar / Sidqi Al Ghifari
AS (42) ayah jahat asal Garut yang tega berbuat asusila terhadap anaknya sendiri hingga hamil saat sedang menjalani pemeriksaan di Polres Garut, Senin (27/6/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id  Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCRIBON.COM, GARUT - Seorang ayah di Kabupaten Garut, Jawa Barat nekat me rudapaksa anak kandungnya sendiri hingga hamil.

Pelaku berinisial AS (42) warga Desa Cisaurkuning, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Perbuatan rudapaksa itu dilakukannya sebanyak enam kali.

AS mulai me rudapaksa anak kandungnya sendiri sejak bulan Januari dan berakhir di bulan Juni 2022.

Saat dihadirkan di hadapan awak media AS hanya menunduk kemudian mengucapkan penyesalannya.

Ilustrasi pemerkosaan dan pencabulan.
Ilustrasi pemerkosaan dan pencabulan. (Kompas.com/Laksono Hari Wiwoho)

AS menyatakan bahwa dirinya sudah berniat menikah namun menunggu anak-anaknya selesai sekolah.

"Ada niat  menikah, tapi nunggu dulu anak masih kecil masih sekolah, saya memohon maaf dan menyesal," ujarnya saat ditanyai oleh Kasat Reskrim, AKP Dede Sopandi dalam jumpa pers di Polres Garut, Senin (27/6/2022).

Ia mengaku hasrat birahinya timbul setelah bermimpi berhubungan badan bersama almarhum istrinya.

Setelah bangun dari mimpi, ia melihat anaknya yang sedang tertidur lalu menyetubuhinya.

Baca juga: Ayah di Garut Hamili Anak Kandungnya, Ngaku Mimpi Berhubungan Dengan Almarhumah Istri

"Setelah itu (bersetubuh) saya sadar itu adalah anak saya, darah daging saya dan saya menyesal," ucapnya.

AS diketahui memiliki tiga orang anak, ketiganya berjenis kelamin perempuan.

Korban merupakan anak pertamanya yang berusia 15 tahun.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan saat korban mengalami hal tersebut, korban tidak melawan dan tidak berani melapor kepada keluarga dekatnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved