Indramayu Jadi Daerah Penyumbang TKI Terbanyak, Tapi Masih Banyak yang Belum Terkafer Jaminan Sosial

Dari 400 TKI yang pulang ke tanah air pada periode Januari-September 2020 hanya sebanyak 185 orang saja yang terkafer bantuan pemerintah

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Focus Group Discussion (FGD) Perluasan Akses Jaminan Sosial Bagi Purna Pekerja Migran di Masa Pandemi di wilayah Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (23/6/2022). Banyak Pekerja Migran Indonesia yang belum terkafer jaminan sosial. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jaminan sosial rupanya belum menyeluruh dirasakan para Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI di Kabupaten Indramayu.

Padahal Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah dengan jumlah TKI terbanyak di Indonesia.

Di masa pandemi Covid-19 pun, tidak sedikit Purna TKI yang luput dari perhatian pemerintah.

Hal ini diketahui dari hasil pendataan yang dilakukan Migrant Care pada Agustus-September 2020 lalu di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Focus Group Discussion (FGD) Perluasan Akses Jaminan Sosial Bagi Purna Pekerja Migran di Masa Pandemi di wilayah Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (23/6/2022)
Focus Group Discussion (FGD) Perluasan Akses Jaminan Sosial Bagi Purna Pekerja Migran di Masa Pandemi di wilayah Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (23/6/2022) (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Dalam pendataan itu, tercatat ada sebanyak 400 TKI yang pulang ke tanah air pada periode Januari-September 2020.

Namun, yang mendapat bantuan sosial dari pemerintah diketahui hanya sebanyak 185 orang saja.

Atau dengan kata lain, ada sebanyak 215 orang yang tidak mendapat bantuan.

"Pendataan tersebut dengan kriteria purna PMI yang mempunyai anak 0-12 tahun, mungkin jika kriteria pendataannya diperluas lagi bakal semakin banyak lagi," ujar Koordinator Migrant Care Indramayu, Muhammad Santosa kepada Tribuncirebon.com, Kamis (23/6/2022).

Atas dasar tersebut, disampaikan Muhammad Santosa, Migrant Care berinisiatif mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Perluasan Akses Jaminan Sosial Bagi Purna Pekerja Migran di Masa Pandemi. 

Baca juga: Momen Haru, Ketua DPRD Indramayu Rangkul Syawal Anak TKW yang Disiksa Majikan di Taiwan

Dalam kegiatan tersebut, selain mengundang para Purna TKI, Migrant Care juga mengundang BPJS Ketenagakerjaan, BP2MI, Disnaker, Dinsos, Pemerintah Desa, hingga Komunitas Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi).

Disampaikan Muhammad Santosa, alasan para Purna TKI belum mendapat jaminan sosial pun beragam, mayoritas karena ketidaktahuan mereka soal jaminan sosial.

Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dari banyak pihak untuk bersama menggencarkan sosialisasi soal jaminan sosial ini.

"Dengan FGD ini Migrant Care berharap, para peserta yang hadir bisa mensosialisasikan di lingkungannya masing-masing untuk bagaimana caranya mendapat jaminan sosial, apa keuntungannya, dan lain sebagainya," ujar dia.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Indramayu, Agus Pandu Indra Putra mengatakan, pemerintah sekarang ini sudah menambah manfaat jaminan sosial untuk TKI.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved