Persibmania
Umuh Muchtar Terima Laporan Ada Tiket Kriting Saat Persib vs Persebaya, 'Jika Ada Bukti, Tunjukkan'
muh Muchtar menerima laporan maraknya tiket kriting atau tiket tidak resmi saat pertandingan Persib Bandung vs Persebaya Surabaya.
Menurut Umuh, membludaknya suporter ke stadion itu terjadi karena rasa rindu dan sayang mereka terhadap Persib Bandung, dan ditambah tiket yang disediakan saat laga di Stadion GBLA juga terbatas.
"Mungkin karena dibatasinya tiket kemarin jadi terpaksa seperti itu. Di (stadion) GBLA kan jatahnya 15 ribu yang datang lebih," katanya.
Permintaan Umuh, agar suporter tidak memaksakan datang ke stadion jika tidak memiliki tiket resmi itu bukan tanpa alasan karena dikhawatirkan ada kejadian yang tidak diinginkan.
"Kekhawatiran kita sebetulnya lebih ke ambruk (stadion) tapi tidak ada. Malah ada yang kecelakaan, jadi saking sayangnya sama Persib," ujar Umuh.
Didemo Bobotoh
Sehari sebelumnya, Ratusan bobotoh atau suporter Persib Bandung melakukan aksi atas insiden yang terjadi pada dua rekannya yang meninggal di Stadion Geloran Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.
Aksi damai ini berlangsung di depan Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (21/6/2022) siang.
Bertajuk dengan nama aksi 'Bobotoh Berduka', perwakilan aksi, Ruhana menyampaikan beberapa tuntutan kepada panitia pelaksana.
"Menuntut panitia pelaksana (panpel) pertandingan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan serta kelalaiannya secara terbuka, dan di posting ke akun media sosial ofisial Persib," ucap perwakilan aksi.
Selain itu, mereka juga menuntut panpel untuk melakukan evaluasi secara besar-besaran.
Tuntutan lainnya adalah massa aksi meminta kepada panpel untuk mengimplementasikan pasal 54 ayat 4 dan 5 UU Keolahragaan Nomor 11 tahun 2022.
"Penuhi hak kami sebagai suporter yang sudah mengikuti prosedur (membeli tiket), termasuk keamaan dan keselamatan suporter," ujar Ruhana.

Adapun tuntutan ini tidak ada negosiasi dan masa aksi meminta postingan perminta maaf ditunggu dalam waktu 1x24 jam.
Pada aksi sore ini, perwakilan dari PT Persib Bandung Bermatabat (PBB), Budi Bram yang selaku Koordinator panpel pertandingan, meminta maaf secara terbuka dan mengakui kesalahan serta kelalaiannya.