VIRAL Pemidahan Sapi Digantung Pakai Crane, Ternyata Terjadi Sejak 2008, Ini Kata Kementan RI
Pasalnya, sapi-sapi dipindahkan ke dalam truk menggunakan crane, dengan cara digantung di bagian hidung dan kepala dengan jumlah banyak.
Penulis: Sartika Rizki Fadilah | Editor: Mutiara Suci Erlanti
TRIBUNCIREBON.COM - Lagi dan lagi jagat sosial media dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menunjukan sejumlah sapi dipindahkan dengan cara keji.
Dalam video yang beredar memperlihatkan cara bongkar muat yang tidak wajar dan dinilai terlalu sadis.
Pasalnya, sapi-sapi dipindahkan ke dalam truk menggunakan crane, dengan cara digantung di bagian hidung dan kepala dengan jumlah banyak.
Peristiwa tersebut terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Diketahui, video pemindahan sapi tersebut kemudian beredar di jagat sosial media dan menjadi viral.
Bagaimana tida, cara bongkar muat sapi ini dinilai tidak wajar.
Baca juga: Prabowo Subianto Sengaja Beri Hadiah ke Jan Ethes & Gibran, Ternyata Ini Isinya
Menanggapi hal itu, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) akhirnya memberikan responnya.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan RI, Kuntoro Boga Andri, menyayangkan aktivitas bongkar muat tersebut.
Hal ini karena tidak sesuai Undang-undang (UU)Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
"Terkait dengan video viral mengenai bongkar muat atau loading pada sapi yang diduga terjadi di salah satu pelabuhan di Indonesia."
"Kementan menanggapi dan menyayangkan kejadian tersebut yang tidak memperhatian prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare)," ucap Kuntoro dikutip dari saluran YouTube Kementerian Pertanian RI, Minggu, (19/6/2022).
Kementan selanjutnya mengimbau agar proses bongkar muat hewan hidup di pelabuhan dapat menerapkan prinsip -prinsip kesejahteraan hewan.
Pihak terkait juga diminta untuk terlibat mengawasi agar tidak terjadi kejadian yang sama di waktu mendatang.
"Dan kami mohon agar otoritas pelabuhan, instansi terkait, dan pelaku usaha peternakan dapat menyiapkan sarana dan prasarana serta fasilitas sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan," tandas Kuntoro.
Baca juga: Peternak di Indramayu Obati Sapi yang Kena PMK Pakai Ramuan Ini, 15 Hari Langsung Sembuh
Terjadi di Samarinda
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur, Munawwar, mengatakan video yang viral diambil di Pelabuhan Samarinda.
"Kejadian (dalam video viral) bongkar muat dilakukan di Pelabuhan Samarinda."
"Cuman persisnya kapan, kemarin, atau kemarinnya lagi itu yang belum tahu lagi, yang jelas itu kondisinya di lokasi kita, Samarinda," kata Munawwar, dikutip dari TribunKaltim.
Munawwar melanjutkan, pihaknya sudah mengambil langkah tegas.
Munawwar melanjutkan, pihaknya sudah mengambil langkah tegas.
Sudah Terjadi sejak 2008
Menurut keterangan Aris (31), satu diantara penanggungjawab muatan, video tersebut diambil pada saat proses bongkar hewan kurban pada Selasa (14/6/2022) sore lalu.
Lalu datang seorang warga yang merekam lalu memviralkannya di media sosial pada Rabu (15/6/2022) kemarin.
"Sebenarnya metode pemindahan sapi pake crane itu memang sudah ada dari 2008 lalu. Cuma baru sekarang diviralkan," terangnya, dikutip TribunKaltim.co.
"Kalau manual gini (sapi dipindahkan satu per satu ke truk) bisa sampai 2 hari bongkarnya. Kalau pakai crane, setengah hari selesai," jelas Aris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/viral-video-pemidahan-sapi-dengan-menggunakan-crane.jpg)