Pemilu 2024
Modal Pengalaman Selenggarakan Pemilu Saat Covid-19, KPU Indramayu Yakin Sukseskan Pemilu 2024
Ketua KPU Kabupaten Indramayu mengatakan, pengalaman pada dua pemilu sebelumnya, menjadi modal berharga dalam menyukseskan Pemilu 2024.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu siap menyukseskan Pemilu Serentak 2024.
Terlebih, KPU Indramayu sendiri sudah memiliki bekal pengalaman saat penyelenggarakan pemilu di masa pandemi Covid-19 pada tahun 2019 dan 2020 lalu.
Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni mengatakan, pengalaman pada dua pemilu sebelumnya, menjadi modal berharga dalam menyukseskan Pemilu 2024.
Apalagi pada dua penyelenggaraan Pemilu sebelumnya itu, Kabupaten Indramayu terbilang sukses tanpa ekses.
Hal ini tidak terlepas dari strategi dan kesiapan para petugas penyelenggara walau dihadapkan dengan pandemi Covid-19.

"Kuncinya itu kita kerja fokus, koordinasi, dan konsolidasi," ujar dia saat Bincang Asyik Politik bersama Tribun Jabar di Kantor KPU Indramayu, Senin (13/6/2022).
Ahmad Toni Fatoni menceritakan, banyak suka duka yang sudah dialami penyelenggara dalam dua pemilu tersebut.
Sehingga, dalam menyongsong Pemilu 2024, KPU Indramayu pun sudah siap untuk menyesuaikan diri dengan kondisi apapun yang nantinya bakal terjadi.
Ia menceritakan, pengalaman pemilu di masa pandemi Covid-19 sebelumnya pun penuh dengan suka duka.
Mulai dari persiapan protokol kesehatan yang mesti dilakukan maksimal guna mencegah terjadinya klaster pemilu, perekrutan petugas penyelenggara yang ketat, hingga risiko kelelahan yang dialami para petugas penyelenggara, dan masih banyak lagi.
"Saat itu yang saya tekankan konsumsi untuk teman-teman penyelenggara tidak boleh telat, harus terpenuhi," ujar dia.
Baca juga: Bupati Indramayu Nina Agustina Berencana Bagikan Motor Gratis untuk Seluruh Kades, Ini Alasannya
Bahkan kata Ahmad Toni Fatoni, dirinya pribadi sampai sengaja selalu menyediakan pakaian hazmat di mobil pribadinya.
Hazmat-hazmat itu untuk kemudian diberikan kepada petugas yang membutuhkan demi melindungi diri dari paparan Covid-19.
"Karena waktu itu hazmat sedang susah didapat, perjuangan sekali dalam menjaga prokes karena kita juga tidak ingin terjadinya klaster," ujar dia.