KKB Papua
Penampakan Diduga Kuat Markas KKB Papua Terekam Pesawat Tanpa Awak Milik TNI, Begini Aktivitasnya
Beginilah penampakan markas persembunyian KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya yang terekam dalam video drone atau pesawat tanpa awak milik TNI.
Pasukan inti KKB Ndugama diperkirakan sekitar 50 Orang.
Persenjataan KKB Ndugama merupakan salah satu yang paling lengkap saat ini dibandingkan dengan Kodap lainnya.
Kelompok tersebut diduga memiliki senjata laras panjang sebanyak 11 pucuk, senjata minimi satu pucuk, pelontar granat (GLM) satu pucuk dengan amunisi 16 buah dan senjata laras pendek 6 pucuk.
Markas utama KKB Ndugama diduga berada di Distrik Mapenduma.
Egianus Kogoya diketahui membagi pasukannya menjadi beberapa wilayah operasi yang tersebar di seluruh distrik Nduga.
Sementara itu, jenazah anggota Marinir TNI AL Letda Mar M Ikbal dijadwalkan tiba di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Senin (28/3/2022) besok.
Kedatangan Almarhum Letda Mar Muh Ikbal akan tiba melalui Lion Air di Pangkalan Lanud Haluoleo Kendari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsSultra.com, pada Minggu (27/3/2022), jenazah Almarhum Letda Mar Muh Ikbal akan diberangkatkan dari Timima ke Makassar pada pukul 11:35 Wit.
Keberangkatan ini menggunakan pesawat Lion Air JT JT3763 dan bakal kembali diterbangkan ke Kendari dari Makassar sekita pukul 13:25 Wita.
Jenazah akan tiba di Kendari sekira pukul 15:45 Wita pada Senin (28/3/2022) dan akan diserahkan ke keluarga di Kabupaten Konawe, Sultra.
Anggota Marinir TNI AL Almarhum Letda Mar Muh Ikbal menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Sabtu (26/3/2022).
Aksi brutal KKB ini usai menyerang Pos Marinir Perikanan Quari Bawah di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.
Akibat serangan KKB di Distrik Kenyam 10 prajurit TNI menjadi korban dalam serangan tersebut.
Seorang personel Marinir, Letda M Ikbal gugur, dua kritis dan tujuh terluka.
Dikutip dari TribunPapua.com, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menduga, kelompok yang melakukan penyerangan tersebut dipimpin Egianus Kogoya.