Danang Dikunci Kakak Perempuan Usai Ngaku Habisi Nyawa Abangnya Waktu Sahur, Sang Ibu Histeris
Sang kakak perempuan yang serba salah mendengar pengakuan itu pun kemudian menguncikan Danang di rumah bersama jenazah abangnya.
TRIBUNCIREBON.COM - Betapa kagetnya sang kakak perempuan di Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur saat mendengar pengakuan adik kandungnya.
Pasalnya, sang kakak yang saat itu hendak menyiapkan santap sahur didatangi oleh adik bungsunya bernama Danang (19).
Kepada sang kakak, Danang melaporkan bahwa dirinya baru saja menghabisi nyawa abang sulungnya berinisial B (38) di rumahnya.
Saat itu Danang panik saat mengetahui abangnya tewas gegara ulahnya dia melapor apa yang baru saja dilakukannya kepada sang kakak.
Baca juga: Ayah di Gowa Cabuli Dua Putrinya hingga Hamil Tujuh Bulan, Diseret Paksa Polisi, Begini Pengakuanya
Sang kakak perempuan yang serba salah mendengar pengakuan itu pun kemudian menguncikan Danang di rumah bersama jenazah abangnya.
Danang terpaksa dikunci di dalam rumah oleh kakak perempuannya agar tak melarikan diri.
Sementara kakak perempuan melaporkan apa yang telah dilakukan Danang kepada B.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/4/2022) pukul 03:30 WIB di RT 07/RW 04, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
B sebenarnya tewas di tangan adik bungsunya, Danang lantaran masalah sepele.
Saat kejadian, hanya ada B, Danang, dan ibunya di rumah.
Beruntungnya, sang ibu selamat dari tindakan keji yang dilakukan Danang.
"Korban ini anak pertama, sementara pelaku anak terakhir,"
"Saat kejadian di rumah itu hanya ada ibunya dan mereka, ibunya selamat," kata Ketua RT 07/RW 04, Kelurahan Batu Ampar, Abdul Aziz di Jakarta Timur, Rabu (20/4/2022).
Danang menghilangkan nyawa kakaknya lantaran masalah sepele yakni penggunaan sepeda motor.
Kala itu Danang yang baru tiba di rumah saat waktu sahur ditegur B karena dianggap terlalu lama meminjam sepeda motor dan terlambat mengembalikan sesuai janji.
Baca juga: Pacar dan Ayah Tirinya Ditahan Polisi Soal Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB, Diduga Motif Asmara