Kasus Subang Terungkap? Beredar Jepretan CCTV Diduga Yosef Naik Motor, Bajunya Jadi Sorotan
Beredar foto jepretan CCTV diduga menjadi bukti kuat untuk mengungkap kasus Subang. Foto itu memperlihatkan pria diduga Yosef itu naik motor
TRIBUNCIREBON.COM- Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat hingga pertengahan ramadan 2022 belum juga diungkap.
Padahal, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana sudah menjanjikan bakal mengukap kasus yang merenggut nyawa Tuti dan Amalia ini pada bulan Ramadan 2022.
Namun, terungkap sejumlah diduga bukti kuat menjelang pengungkapan kasus Subang ini.
Terbaru, beredar foto jepretan CCTV diduga menjadi bukti kuat untuk mengungkap kasus Subang.
memperlihatkan seorang pria diduga Yosef mengendarai sepeda motor sedang melaju di jalan.
Terlihat Yosef mengenakan jaket merah, topi merah, dan celana berwarna krem.
Dalam foto jepretan CCTV tersebut pria diduga Yosef itu juga sedang mengendarai motor skutik berwarna merah.
Baca juga: Kasus Subang Terungkap Sesuai Janji Kapolda Jabar? Kakak Tuti dan Yosef Sama-sama Sebut Danu

Pakaian yang dikenakan Yosef tersebut mengingatkan pada perstiwa di hari kejadian penemuan mayat Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
Pada hari kejadian, Yosef yang merupakan suami sekaligus ayah korban itu pun mengenakan pakaian serupa.
Baca juga: Kakak Tuti Suhartini Ternyata Sudah Tahu Sosok Pelaku Kasus Subang, Enggan Ungkap Sebelum Polisi
Hal tersebut menjadi perbincangan karena dugaan selama ini yang menuding Yosef ada di rumah TKP di hari kejadian seolah terbantahkan.
Sebelumnya, Yosef sebagai saksi pertama yang ada di TKP kasus Subang kerap kali dicurigai.
Terlebih, pada pakaian Yosef berwarna putih terdapat noda bercak darah.
Ia pun sempat mengungkap klarifikasi noda darah tersebut ia dapatkan secara tak sadar setelah masuk ke TKP.
Kini, foto jepretan CCTV tersebut pun menjadi perbincangan publik khususnya netizen yang mengikuti perkembangan kasus Subang.
Menanggapi beredarnya foto jepretan CCTV tersebut, Yosef buka suara hingga mengungkap fakta tak terduga.
Suami korban tersebut mengaku bingung dengan beredarnya foto jepretan CCTV yang diduganya sebagai barang bukti kasus Subang.
Ia mengatakan semestinya rekaman CCTV tersebut tidak bocor dan beredar.
Menurutnya jika CCTV tersebut bagian dari barang bukti kasus Subang, maka bisa melanggar kode etik penyidikan.
Baca juga: 100 Saksi Lebih Telah Diperiksa, Bagaimana Perkembangan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang?
“Iya saya juga merasa heran, kok bisa tersiar begitu, CCTV bisa bocor begitu,”
“Kan itu ranahnya penyidik, berarti sudah melanggar dari kode etik penyelidikan dan penyidikan itu, makannya saya heran,” ujar Yosef memberikan tanggapan, dikutip Tribunjabar.id dari kanal Youtube Koin Seribu 77, Jumat (15/4/2022).
Saat ditanya soal kebenaran dirinya sebagai pria dalam foto tersebut, Yosef mengaku dirinya tidak bisa memastikan.
Hal itu tak bisa ia ungkapkan karena menurutnya hal tersebut masih bagian dari penyelidikan.
Namun, Yosef berusaha menjelaskan kemungkinan foto tersebut didapat secara tidak sadar.
Baginya kemungkinan foto tersebut sebagai barang bukti kasus Subang yang terperiksa.
Kemudian Yosef juga menyinggung fakta tak terduga terkait noda bercak darah pada bajunya di hari kejadian penemuan mayat Tuti dan Amalia, (18/8/2021) lalu.
Ia berusaha menjelaskan noda tersebut tak hanya ada pada baju putihnya tapi juga ada di celananya, namun hanya setitik.
Lanjut Yosef, setelah noda tersebut diketahui pihak kepolisian ia mengaku diminta melepas pakaiannya tersebut di Polsek Jalan Cagak.
“Dalam pemeriksaan, kita tak sadar, ada sedikit noda dekat kancing, terus di bawahnya ada setitik ini ya, noda juga di celana,”
“Jadi pada waktu itu langsung kita di foto, dibuka di kantor polisi langsung BAP, (pakaian) diganti di kantor polisi Polsek Jalan Cagak waktu itu, disaksikan penyidik,” pengakuan Yosef.
Namun, Yosef lanjut menjelaskan saat itu adiknya, Mulyana menyebut pakaian dirinya yang terkena noda darah tersebut bukan barang bukti melainkan pembanding.
Dengan adanya hal tersebut, Yosef mengaku dirinya mengungkapkan fakta apa adanya.
Ia tidak ingin publik dan netizen terus menilainya berbohong.
Namun, Yosef mengaku dirinya menerima semua cibiran netizen karena ia mempunyai prinsip bahwa Sang Maha Kuasa akan memperlihatkan kebenaran.
Yosef juga meyakini jika kelak kasus Subang telah sampai di meja Pengadilan, tidak ada lagi celah untuk berbohong.
Penulis: Hilda Rubiah