Demo Tolak 3 Periode Jokowi dan Kenaikan Harga BBM akan Digelar Mahasiswa di Jabar, Ini Kata Polisi
Ada berbagai isu yang diangkat para mahasiswa seperti menolak kenaikan harga BBM serta menolak 3 periode masa jabatan Presiden Joko Widodo.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Mahasiswa di sejumlah daerah mulai kembali turun ke jalan, menggelar unjuk rasa.
Ada berbagai isu yang diangkat para mahasiswa seperti menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta menolak 3 periode masa jabatan Presiden Joko Widodo.
Di Jawa Barat, mahasiswa dari berbagai daerah seperti Tasik dan Bogor mulai turun ke Jalan.
Rencanya, para mahasiswa itu akan turun ke jalan serentak pada 11 April 2022.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengaku sudah mendapat informasi terkait rencana aksi mahasiswa tersebut.
"Ya, ada beberapa pemberitahuan, tapi kita mau lihat dulu mana yang bener mana yang tidak. Tapi kalau memang ada, kita siap (mengamankan)," ujar Ibrahim, saat dihubungi, Jumat (8/4/2022).
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Bakal Geruduk Istana Siang Ini, Mereka akan Sampaikan 5 Tuntutan Ini ke Jokowi
Mahasiswa Kepung Istana
Sejumlah aksi penolakan 3 periode Jokowi yang dilakukan mahasiswa terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Seperti yang dilakukan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se Bogor siap geruduk Istana Bogor, Jumat (8/4/2022).
Geruduk Istana Bogor yang diiniasi oleh BEM se-Bogor kali ini membawa tagline ' Bogor Menggugat Istana'.
Koordinator BEM Se Bogor Rizki Nuria Sury Altar menjelaskan, aksi kali ini akan membawa lima tuntutan utama.
Kelima tuntutan itu, sambung Rizki, nantinya bakal ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.
"Kami membawa lima tuntutan utama. Pertama, Jokowi harus buka suara terkait isu tiga periode, kedua kenaikan BBM, ketiga hapus UU terkait IKN, kemudian isu pajak, dan kelangkaan bahan-bahan pokok kebutuhan," kata Rizki saat dihubungi oleh TribunnewsBogor.com, Kamis (7/4/2022).
Tuntutan-tuntutan itu, tegas Rizki, akan disuarakan secara lantang oleh ratusan massa aksi yang tergabung.
Bahkan, ratusan massa ini nantinya akan melakukan longmarch dari Tugu Kujang menuju Istana Presiden Bogor.
"Sesuai teklap kita bakal mulai aksi pukul 14.00 mulai dari Tugu Kujang Kota Bogor. Kemudian dilanjut menuju Istana Bogor," tegasnya.
Meski begitu, aksi yang kabarnya diikuti oleh ratusan massa aksi ini, Rizki pastikan merupakan aksi yang kondusif.
Baca juga: Ini Jawaban Istana terkait Ancaman Mahasiswa yang Bakal Demo Besar soal Jokowi 3 Periode
Bahkan, untuk memastikan kekondusifitasan itu, pihaknya sudah lakukan pencatatan massa aksi yang akan bergabung.
"Kita kan membawa nama Bogor. Jadi diluar mahasiswa pun boleh ikut gabung. Tapi, untuk data kali ini massa dari umum, belum ada. Jadi massa dari BEM Se-Bogor inilah yang sekira ratusan siap lakukan aksi," katanya.
"Kalaupun ada pada saat aksi nanti dari luar yang sudah kita koordinasikan. Kita pastikan tidak bisa gabung. Ditakutkannya mereka malah membawa konfrontasi dan provakasi," tandasnya.(*)
Jawaban Istana
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah berulang kali menyatakan sikap atas wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024.
Oleh karenanya, menurut dia, perdebatan terkait presiden tiga periode tak perlu dilanjutkan.
Pernyataan ini, Faldo sampaikan menanggapi aliansi mahasiswa yang mengancam akan demo besar-besaran jika Jokowi tak bersikap tegas terkait dua isu tersebut.
"Ini isu sudah berkali-kali dijawab. Presiden pun sudah tanggapi, tunduk pada konstitusi, setia pada sumpah jabatan. Jadi, ya isunya tidak perlu dikembang-kembangin," kata Faldo kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).
Baca juga: Kain Kafan Terbentang saat Presiden Jokowi Melintas, Petugas Amankan Seorang Pria, Begini Nasibnya
Meski demikian, jika pun mahasiswa hendak tetap menggelar aksi, Faldo tak mempersoalkan.
Menurut dia, itu bagian dari demokrasi. Namun, Faldo menegaskan, konstitusi telah mengatur pembatasan masa jabatan presiden dan penyelenggaraan pemilu 5 tahun sekali.
"Kami harap demonstrasi mahasiswa selalu memperhatikan prokes dan ketertiban. Mau aksi sebesar apa pun, ya silakan saja. Tidak mungkin dilarang-dilarang, ini negara demokrasi," ujar dia.
Lebih lanjut, Faldo menyebut bahwa bergulirnya isu perpanjangan masa jabatan presiden bukan merupakan perintah Jokowi, melainkan aspirasi elite partai politik dan masyarakat.
Pemerintah, kata dia, saat ini fokus menangani persoalan pandemi, mudik Idul Fitri, hingga kenaikan harga sejumlah komoditas.
"Saya harap tidak harus dikit-dikit perintah presiden, maunya presiden. Kita punya sistem. Ini kan asalnya aspirasi dari parpol dan kelompok masyarakat, ya silakan berpendapat," kata dia.
Baca juga: Demo Tolak 3 Periode Jokowi di Majalengka, Mahasiswa: Malah Menyengsarakan Kami
Sebelumnya diberitakan, mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi demonstrasi di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022).
Aksi diikuti oleh mahasiswa Trisakti, Universitas Indonesia, dan kampus lainnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan dua tuntutan, yakni penolakan terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024.
Mahasiswa meminta Jokowi menyatakan sikap tegas terhadap kedua isu tersebut selambat-lambatnya dua hari setelah aksi atau 1 April 2022.
Jika tuntutan itu tak dipenuhi, aliansi mahasiswa berencana untuk menggelar aksi yang jauh lebih besar.
Adapun isu perpanjangan masa jabatan presiden terbaru digulirkan oleh para kepala dan perangkat desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).
Sementara, wacana penundaan Pemilu 2024 sebelumnya dikemukakan oleh sejumlah elite politik seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Lalu, dari kalangan partai politik ada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jawab Ancaman Demo Mahasiswa soal Jokowi 3 Periode, Stafsus Mensesneg: Presiden Sudah Berkali-kali Jawab"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/update-pembunuhan-subang-harapan-tuntas-tinggi-polisi-periksa-ratusan-saksi-kumpulkan-bukti.jpg)