5 Fakta Tentang dr Terawan yang Dipecat dari IDI, Dokter di Usia Muda Hingga Metode Cuci Otak
Terawan diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), keputusan rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI.
Penulis: Sartika Rizki Fadilah | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUNCIREBON.COM - Berikut ini 5 fakta tentang dokter Terawan Agus Putranto yang baru-baru ini mendadak menjadi perhatian publik setelah diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Kabar Terawan diberhentikan tersebut beredar dipostingan Instagram milik Pandu Riono, dirinya mengungkapkan Terawan diberhentikan secara permanen dari keanggotan IDI.
Adapun keputusan ini merupakan rekomendasi dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI).
Lantas siapa sebenarnya sosok Terawan? Berikut informasi selengkapnya:
Baca juga: Mantan Menkes Terawan Tetap Ingin Lanjutkan Vaksin Nusantara, Ini Tanggapan BPOM RI
1. Jadi dokter di usia muda
Dokter Terawan lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada di usia 26 tahun.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan spesialis di Departemen Spesialis Radiologi Universitas Airlangga Surabaya.
Dokter Terawan kemudian mengambil program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 2016.
Judul disertasi Terawan adalah "Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, MOtor Evokde Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis" dengan promotor dekan FK Unhas, Prof Irawan Yusuf, PhD.
Terawan mulai menjadi dokter tentara pada 1990 dan ditugaskan di berbagai wilayah, hingga akhirnya menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta sejak 2015.
Terawan juga merupakan salah satu dokter kepresidenan.
Dia sempat ditunjuk Jokowi untuk membantu merawat almarhum Ani Yudhoyono ketika menjalani pengobatan kanker darah di Singapura beberapa waktu lalu.
2. Kontroversi terapi cuci otak
April tahun 2018, nama Terawan hangat diperbincangkan masyarakat. Saat itu Terawan memperkenalkan metode cuci otak atau brain wash yang diyakini dapat mengobati stroke.
Saat itu Terawan mengaku, terapinya memberi hasil bagus kepada pasien.