WASPADA, Kawanan Monyet Liar Kembali Teror Warga Lembang, Pemerintah Harus Turun Tangan
Kawanan monyet liar kembali meneror warga Kampung Andir, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNCIREBON,COM, BANDUNG BARAT - Kawanan monyet liar kembali meneror warga Kampung Andir, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga membuat sejumlah warga resah.
Munculnya kawanan monyet tersebut bukan pertama kali terjadi, tetapi kejadiannya terus berulang, sehingga warga pun mengadukan permasalahan itu kepada pemerintah hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB.
"Keluhan warga yang terganggu dengan monyet sudah sering kami sampaikan mulai dari kepala desa, camat, anggota DPRD kabupaten dan dewan di provinsi tapi belum ada yang benar-benar serius," ujar warga setempat, Ibnu (40) di lokasi, Senin (21/3/2022).
Baca juga: Gerombolan Monyet Liar Bikin Resah Lagi di Kuningan, Sejumlah Bangunan Rusak, Begini Kejadiannya
Baca juga: Kawanan Monyet Liar Kembali Berulah di Kuningan, Merusak Sejumlah Bangunan, Ambil Dagangan di Warung
Ia mengatakan, keluhan tersebut disampaikan kepada pemerintah karena teror monyet tersebut hampir tiap hari selama kurun waktu dua tahun terakhir.
Bahkan, kata dia, penyerangan kawanan monyet tersebut semakin brutal dan tak bisa dikendalikan sejak warga jarang memberikan makanan buat mereka.
"Saya sudah kerepotan mengatasi serbuan monyet ke pemukiman. Kawanan monyet itu bukan saja mengambil barang-barang atau makanan milik warga saja, bahkan atap-atap rumah pun sampai dirusak," katanya.
Sebetulnya sejak awal monyet masuk ke pemukiman, kata dia, warga sering memberikan makanan seperti buah-buahan yang merupakan hasil donasi dari pedagang untuk menghadang mereka.
"Kami keliling tiap-tiap pasar mencari buah yang tak layak dijual. Namun seiring waktu, warga pun menjadi kewalahan," ucap Ibnu.
Pawang hewan sekaligus pelestari lingkungan, Steve Ewon mengatakan, monyet itu berkeliaran ke pemukiman warga karena habitatnya sudah mulai rusak akibat alih fungsi lahan.
Menurut Ewon, rusaknya habitat monyet tersebut akibat alih fungsi lahan seperti hutan dan kebun dijadikan objek wisata dan perumahan, hingga akhirnya kawanan monyet itu mencari tempat lain dengan cara berkeliaran.
"Jadi habitatnya terganggu dan sudah gak ada sumber makanan, kemudian dia masuk ke pemukiman untuk mencari makanan dan beraktivitas karena tempat mereka jadi sempit, dan teritorialnya berkurang," kata Ewon beberapa waktu lalu.