Longsor dan Banjir Lumpur di Pamulihan Tutup Jalan Sumedang-Subang, Pagar Tembok Sekolah Dasar Roboh
Longsor dan banjir terjadi di Kecemamatan Pamulihan, Sumedang pasca-hujan teramat deras pada Minggu (13/3/2022) petang.
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Longsor dan banjir terjadi di Kecemamatan Pamulihan, Sumedang pasca-hujan teramat deras pada Minggu (13/3/2022) petang.
Hujan deras terjadi sejak sore dan baru berhenti menjelang pukul 21.00, semalam.
Di Jalur Pamulihan-Rancakalong, di Desa Ciptasari Kecamatan Pamulihan tebing setinggi 10 meter longsor dan menutup badan jalan.
Arus lalu lintas di jalan pengubung Sumedang-Subang itu pun terputus hingga aparat dibantu warga selesai membersihkan material longsor.
Evakuasi material longsor cukup memakan waktu lama karena dilakukan dengan cara manual.
Yakni, pembersihan hanya dikerjakan mengguncakan cangkul dan sekop.
Sebuah mobil pemadam kebakaran memang disiagakan, semburan air dari mesin pompa mobil tersebut difungsikan untuk mencaharkan likat lumpur material longsor.
Baca juga: 4 Titik Jalan Nasional di Simpenan Sukabumi Tertimbun Longsor, Satu Rumah Rusak
Di Cigendel, Kecamatan Pamulihan, longsoran kecil menutup selokan dan air selokan kemudian meluap.
Luapan air yang semakin membesar dan disertai lumpur ini masuk ke dua bangunan SDN Cigendel. Tak terhindarkan, di dalam ruangan kelas, lumpur mengendap setinggi 10 centimeter.
Danramil 1004/Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan mengatakan derasnya arus air yang menerjang sekolah itu pun merusak tembok pagar sekolah. Tembok sepanjang 12 meter dengan tinggi 1 meter itu roboh.
"Saya berusaha bersama warga mengantisipasi luapan selokan itu agar tidak sampai menggangu pengguna jalan Sumedang-Bandung, juga agar tidak masuk ke perkampungan lainnya," kata Kapt Agus Hermawan di Tanjungsari, Senin pagi (14/3/2022).
Tak hanya selokan meluap, kata Agus, pukul 18.30 kemarin, di Dusun Cihonje RT 04 RW 03 Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan, bahu selokan ambrol sepanjang 5 meter. Kejadian ini tidak akan seberapa jika tidak mengancam nyawa penduduk.
Namun, selokan rusak itu terjadi di belakang rumah Unung Taryana (47) dan Opin Sopian (50). Kedua rumah mereka dikhawatirkan ikut terdampak.
Menurutnya, kedua orang tersebut sudah dievakuasi ke tempat yang aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/bmkg65.jpg)