Breaking News:

Balita 2 Tahun Baru Belajar Jalan Masuk Parit di Rancabali Bandung, Kini Basarnas Masih Mencari

Tim Basarnas dibantun aparat setempat dan warga terus menelusur aliran air di parit Hanjuang Beureum itu demi mencari bocah 2 tahun

Editor: Mumu Mujahidin
Kantor SAR Bandung
Tim dari Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung terus mencari bayi di bawa lima tahun (balita) yang hilang terseret arus parit Hanjuang Beureum di Rancabali, Kabupaten Bandung. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Tim Badan Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas) Bandung terus mencari bayi di bawa lima tahun ( balita) yang hilang terseret arus parit Hanjuang Beureum di Rancabali, Kabupaten Bandung.

Hingga siang ini, Minggu (14/3/2022), pencarian masih nihil.

Tim Basarnas dibantun aparat setempat dan warga terus menelusur aliran air di parit Hanjuang Beureum itu.

"Tim kami telah mulai pencarian ini sejak pukul 07.00 pagi tadi," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono di Sumedang.

Ilustrasi jenazah bayi
Ilustrasi jenazah bayi (Istimewa)

Kejadian nahas ini menimpa balita bernama Nara Aprilia (2).

Balita itu sedang belajar berjalan di area dapur rumah orang tuanya. 

Di bagian belakang dapur, memang ada sebuah parit.

Nahas, Nara luput dari pengawasan orang tua dan terjerembab ke parit itu. 

Parit Hanjuang Beureum itu Berarus deras sehingga kuasa menyeret balita itu. 

Penuturan warga kepada Kantor SAR Bandung, peristiwa nahas itu terjadi Sabtu (12/3/2022) sore, sekitar pukul 16.30.

Baca juga: Bayi Perempuan Berusia 7 Hari Ditembak Ayahnya Sendiri Lantaran Ingin Anak Pertamanya Laki-laki

Warga yang mendengar kabar balita terseret arus segera bergegas menelusur parit.

Namun hingga malam hari, korban tak ditemukan.

Pukul 20.30, di antara warga ada yang melapor ke Kantor SAR Bandung.

Tim dari Kantor SAR di Parakanmuncang, Sumedang segera diberangkatkan.

"Dalam pencarian, kami membagi tim menjadi 3 SRU (Search and Rescue Unit)," kata Supriono.

SRU 1 melakukan pencarian dari lokasi kejadian pertama (LKP) sampai pertigaan Situ Kuluwing Batu Kapur sejauh 1,3 KM. 

SRU 2 pencarian dari Situ Kuluwing Batu Kapur sampai Kopeng Panundaan sejauh 700 m, dan SRU 3 Pencarian dari Kopeng Panundaan sampai Balamoyan sejauh 800 M.

Baca juga: Bayi 3,5 Bulan Tewas di Tangan Pacar Sesama Jenis Sang Ibu, Cekcok Soal Siapa Ayah Bayi Malang Itu

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved