Breaking News:

Pelajar SMA Nekat Rudapaksa Ibu-ibu Akibat Pengaruh Miras, Padahal Niat Awal Mau Mencuri

Pelaku adalah TFP (16) seorang pelajar SMA merudapaksa seorang IRT berinisial NY (37) warga gang KPKN Jalam Sepadem.

Editor: Mumu Mujahidin
ist
Ilustrasi - Borgol 

TRIBUNCIREBON.COM - Entah apa yang ada dalam pikiran pelajar SMA di Kabupaten Merauke, ia nekat merudapaksa ibu rumah tangga (IRT).

Pelaku adalah TFP (16) seorang pelajar SMA merudapaksa seorang IRT berinisial NY (37) warga gang KPKN Jalam Sepadem.

Korban merupakan tetangganya sendiri di sebuah kos-kosan.

Peristiwa pemerkosaan itu terjadi pada, Minggu 6/3/2022) sekitar pukul 01.00 WIT.

Mendapat laporan dari suami korban, polisi langsung menangkap pelaku rudapaksa, TFP.

Ilustrasi pemerkosaan dan pencabulan.
Ilustrasi pemerkosaan dan pencabulan. (Kompas.com/Laksono Hari Wiwoho)

Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji mengatakan, pelaku TFP melakukan aksi rudapaksa dipengaruhi minuman keras (miras).

Selain itu, pelaku juga membawa sebilah parang yang digunakan untuk mengancam korban.

“Pelaku sebenarnya datang untuk mencuri namun saat melihat korban tidur, pelaku langsung memperkosa korban dengan parang di letakan di leher korban,” kata Kapolres didampingi Kasie Humas AKP Ariffin, KBO SatReskrim Ipda Joko Juniar dan penyidik PPA Reskrim Polres Merauke dalam konferensi pers di ruang data Polres, Rabu (9/3/2022).

Niat pelaku sebelumnya ingin mencuri rumah tetangganya, namun niat mencuri berubah menjadi rudapaksa setelah melihat korban tertidur.

Baca juga: MIRIS Bocah 13 Tahun di Sumedang Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap 5 Bocah, Ini Kronologinya

KBO Reskrim Polres Merauke, Ipda Joko Junior mengungkapkan, polisi telah mengamankan barang bukti pakaian korban dan pakaian tersangka serta sebilah parang.

“Kita amankan baju, celana, pakain dalam juga pakaian pelaku dan parang,” ujarnya.

Saat kejadian rudapaksa, sambung Ipda Joko, suami korban sedang keluar rumah menuju kios.

“Mengetahui istri korban sudah diperkosa lalu suami korban datang dan membuat laporan polisi atas kasus pemerkosaan itu,” tegas KBO.

Kini pelaku dijerat hukum pidana perkosaan pasal 285 KUHP dengan ancaman 12 tahun kurungan penjara dan dijerat dengan pasal berlapis karena telah melakukan kekerasan, mengancam dan membawa senjata tajam.

Sementara itu, Kasie Humas Polres Merauke AKP Ariffin mengimbau warga Merauke agar selalu waspada dan berhati-hati.

“Jadilah polisi bagi dirimu sendiri, segera melaporkan suatu tindak pidana atau pelanggaran kepada pihak kepolisian setempat,” pesannya. (*)

Baca juga: Guru Seni Rudapaksa 5 Muridnya, Rekam Aksinya untuk Ancam Korban Agar Mau Lagi, Ini Kronologinya

Berita lain terkait Pelajar Rudapaksa Ibu Rumah Tangga

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved