Tembok Tanggul di Desa Babatan Ambruk, Banjir Menggenangi Kantor Pemerintahan Desa dan SLB

banjir yang menggenangi sejumlah bangunan di lingkungan kantor pemerintah Desa Babatan dan bangunan Sekolah Luar Biasa

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Foto tangkapan video
BAnjir terjadi di lingkungan kantor pemerintah Desa Babatan Kecamatan Kadugede Kuningan, Sabtu (5/3/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Tembok tanggul di Desa Babatan, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, ambruk, saat hujan deras turun di Kuningan. Hal itu menyebabkan banjir yang menggenangi sejumlah bangunan di lingkungan kantor pemerintah Desa Babatan dan bangunan Sekolah Luar Biasa (SLB).

"Untuk bangunan terendam akibat banjir terjadi di Desa Babatan itu meliputi, banguna desa, SLB dan Kantor Sekretariat BPD desa setempat," ungkap Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana saat dikonfirmasi ponselnya, Sabtu (5/3/2022).

Genangan air terjadi itu akibat luapan saluran air di sekitar bangunan terendam tadi. Terlebih dengan kuat dugaan, tembok sebagai tanggul di lokasi itu roboh.

"Untuk luapan air terjadi, akibat tembok penahan di lokasi kejadian roboh. Kemudian, luapan air itu muncul dari areal persawahan hingga meluap dan merendam bangunan tersebut," kata Ibe sapaan akrab Kepala BPBD Kuningan.

Baca juga: Makam Sultan Hasanuddin Banten Terhindar dari Banjir, Hanya Pemakaman di Teras Masjid yang Terendam

Baca juga: Seorang Pria Terendam Banjir Sedada Minta Tolong Bantuan, Puluhan Lokasi di Banten Diterjang Bencana

Ibe yang juga mantan Camat Subang ini mengatakan, ambruknya bangunan tembok sebagai penahan air masuk dari area persawahan terjadi beberapa waktu sebelumnya dan sempat mendapat penanganan langsung dari petugas BPBD juga.

"Iya, untuk banjir hingga merendam sejumlah bangunan itu terjadi bukan sekarang. Kemudian, musibah banjir juga untuk sekarang ini merupakan kedua dari bencana banjir pertama," ujarnya.

Menyinggug soal bangunan tembok ambruk, kata Ibe mengaku bahwa kondisi kerusakan itu sudah masuk dalam laporan kebencanaan. Apalagi bangunan itu cukup panjang dan memiliki ketinggian sesuai kebutuhan penahan air di lingkungan kejadian.

"Untuk kerusakan tembok ambruk sudah kami laporkan. Melihat daripada kerusakan bangunan itu memiliki panjang sekitar 20 meter jika dihitung luas persegi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved