Selasa, 5 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

INNALILLAHI, Maestro Lukis Srihadi Soedarsono Meninggal Dunia di Bandung, Ini Profilnya

maestro lukis Indonesia, Prof. Srihadi Soedarsono meninggal dunia di kediaman beliau Jl. Ciumbuleuit no 173 Bandung

Tayang:
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Facebook/Aten W Wangsanagara
Maestro lukis Indonesia, Prof. Srihadi Soedarsono meninggal dunia di kediaman beliau Jl. Ciumbuleuit no 173 Bandung, Sabtu (26/2/2022) pukul 05.15. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Innalillahi wainna ilaihi rajiun, maestro lukis Indonesia, Prof. Srihadi Soedarsono meninggal dunia di kediaman beliau Jl. Ciumbuleuit no 173 Bandung, Sabtu 26 Februari 2022 Jam 05.15 WIB.

Informasi tentang meninggalnya Prof Srihadi ini disampaikan Aten W Wangsanagara di akun Facebooknya.

"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un
Telah berpulang Prof Kanjeng Raden Haryo Tumenggung Srihadi Soedarsono ( dlm usia 91 th. Maestro pelukis Indonesia ,dosen FSRD ITB & IKJ )
Pada hari Sabtu 26 Feb 2022,Jam 05.15
Di kediamannya,Jl Ciumbuleuit 173 Bdg.
Semoga Alm amal ibadahnya diterima Allah SWT,..Alfatihah
Selamat jalan guruku,idolaku yg sangat baik , selalu tampil bersahaja," tulisnya.

Kurator museum, Amir Sidharta pun membagikan informasi meninggalnya Prof Srihadi Soedarsono di dinding akun Facebooknya.

"Berita duka
Innalillahi Wa Inna Illaihi Raji'un,
Telah berpulang Bp. Prof. Srihadi Soedarsono pada hari Sabtu tanggal 26 Februari 2022 Jam 05.15 WIB
di kediaman beliau Jl. Ciumbuleuit no 173 Bandung
1. Di depan adikaryanya, Jayakarta di @museumsejarah bersama para anggota Yayasan @mitramuseumjkt
2. Di depan salah satu karyanya
3. Karya sketsanya yang mudah-mudahan bisa disertakan dalam pameran Revolusi versi Indonesia th 2023 mendatang
Beristirahatlah dalam damai, Pak," tulis Amir.

Berikut ini sosok profil dan biodata Prof Srihadi Soedarsono dilansir dari Wikipedia.

Prof. Kanjeng Raden Haryo Tumenggung H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, MA (lahir 04 Desember 1931) adalah seorang pelukis Indonesia yang karyanya banyak diburu kolektor dalam dan luar negeri. Ia menikah dengan Farida Srihadi, seorang pelukis ulung yang belajar di ITB, serta di luar negeri di Belanda dan Inggris.

Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, MA pernah diangkat menjadi anggota Tentara Pelajar pada rentang tahun 1945 hingga 1948 sebagai wartawan pelukis yang menciptakan poster-poster untuk Balai Penerangan Divisi IV BKR/TKR/TNI di Solo. Karier militernya berakhir tahun 1948 ketika terjadi rasionalisasi dengan pangkat sersan mayor dan bersekolah lagi di SMA II Surakarta.

Pada periode 1947-1952 bergabung dalam Seniman Indonesia Muda di Solo dan Yogyakarta; sejak awal berdiri tahun 1950, sebagai anggota aktif dalam pembentukan Himpunan Budaya Surakarta di Solo. Juga aktif mengikuti pameran-pameran seni rupa di Solo dan Yogyakarta.

Pada tahun 1952 ia mulai memasuki pendidikan seni di Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung). Pada tahun 1955, ia juga menciptakan logo Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR). Logo berbentuk sebuah palette dengan kata-kata "SENI RUPA BANDUNG" dengan lambang Universitas Indonesia. Setelah Maret 1959, bentuk Ganesha menggantikan logo UI di palette tersebut.

Ia lulus sebagai sarjana seni rupa dan diwisuda pada hari Sabtu, 28 Februari 1959, tepat dua hari sebelum Institut Teknologi Bandung diresmikan (Senin, 2 Maret 1959).

Pada tahun 1960 Srihadi mendapatkan beasiswa dari ICA untuk belajar di AS untuk melanjutkan kuliah di Ohio State University hingga mendapat gelar master of art pada tahun 1962.

Ia menikah dengan Dra Siti Farida Nawawi dan memiliki dua anak perempuan dan satu anak laki-laki, yaitu Tara Farina, MSc, Rati Farini, SH, LLM, dan Tri Krisnamurti Syailendra.

Pada tanggal 1 Mei 1969 ia diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Pengangkatannya sebagai guru besar Seni Rupa pada tanggal 1 Desember 1992, sedangkan masa purnabakti sebagai PNS sejak tanggal 1 Januari 2007.

Selain sebagai pelukis, ia juga mengajar sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung dan Institut Kesenian Jakarta.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved