Kapolres Karawang Ungkap 6 Jenazah Teridentifikasi, 2 Lainnya Belum Dikenali

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan dua jenazah korban kebakaran Pondok Pesantren Miftahul Khoirot belum teridentifikasi

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/Irvan
Puluhan keluarga korban kebakaran pondok pesantren sedang antre menjemput jenazah korban di kamar jenazah RSUD Karawang, Senin (21/2/2022). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNCIREBON.COM, KARAWANG - Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan dua jenazah korban kebakaran Pondok Pesantren Miftahul Khoirot belum teridentifikasi, sedangkan enam orang lainnya sudah terungkap.

Dalam kunjungannya meninjau korban kebakaran di RSUD Karawang bersama, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Bariza Sulfi, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dan Dandim 0604 Karawang Letkol Kav Mahdum Habibu Rahman, Kapolres mengungkapkan proses identifikasi masih tengah dilakukan.

"Yang pertama pimpinan Polri turut berbela sungkawa, dan berduka cita kepada 8 korban, untuk penanganan pidana kami telah melakukan penyelidikan," ujar Kapolres usai meninjau korban kebakaran di RSUD Karawang, Selasa (22/2/2022) dini hari.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersama Wakapolda, Kapolres, dan Dandim 0604 Karawang kunjungi korban kebakaran pondok pesantren Miftahul Khoirot di RSUD Karawang, Selasa (22/2/20222).
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersama Wakapolda, Kapolres, dan Dandim 0604 Karawang kunjungi korban kebakaran pondok pesantren Miftahul Khoirot di RSUD Karawang, Selasa (22/2/20222). (Tribunjabar.id/Irvan Maulana)

Baca juga: Bupati Karawang Cellica Temui Keluarga Korban Meninggal Akibat Pesantren Kebakaran di Kamar Jenazah

Ia mengungkap, siang ini juga akan dilakukan olah TKP lanjutan dari tim pelopor, sementara untuk proses identifikasi ke delapan jenazah. Kapolres mengungkap sampai saat ini pihaknya menerima laporan bahwa enam jenazah sudah teridentifikasi.

"Laporan dari RSUD yang 6 orang itu sudah teridentifikasi dan dikenali bahwa itu adalah anaknya, sedangkan yang 2 orang kami masih menunggu keluarga kandungnya," kata dia.

Mengenai penangan lanjutan, Kapolres mengungkap, saat ini pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi.

"Selain olah TKP lanjutan, besok juga kita akan dibantu oleh Puslabfor Mabes Polri, kita akan mencari penyebab kejadiannya itu," ujarnya.

Terpisah, salah satu keluarga diduga korban meninggal dunia, Enjang Lukmanul Hakim mengatakan, pihaknya tengah menunggu proses identifikasi selesai.

"Tadi saya dapat kabar di media sosial, tarus di telepon anak saya soal kebakaran, saya langsung meluncur kesana karena di pesantren itu ada anak saya dan keponakan saya yang mondok disana," kata Enjang.

Sesampainya Enjang di lokasi kejadian, ia mendapati anaknya selamat, namun keponakannya tidak ada dalam daftar absen.

"Saya dikasih info agar ke RSUD, sekarang saya kesini, kabarnya mungkin keponakan saya jadi salah satu korban," kata dia.

Enjang menjelaskan keponakannya yang bernama Muhammad Akmal Maulana (11), memang tidur di kobong yang saat itu terbakar.

"Saya juga sempat masuk, oleh tim forensik ditunjukkan 2 jenazah, yang satu itu pake baju kemeja, satu lagi pakai gelang kotak. Tapi saya tidak kenal, dan saya video call orang tuanya juga tidak kenal," ungkap Enjang.

Ia menuturkan, kondisi kedua jenazah yang dilihatnya memang dalam kondisi mengenaskan, "Kondisinya memang hancur, saya juga tidak kenal, saya video call orang tuanya juga katanya gak tahu," ucapnya.


Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved