Sabtu, 2 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Tempat Perawatan Covid-19 di 24 Rumah Sakit di Bandung Sudah Terisi Lebih dari 50 Persen

Keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) perawatan pasien Covid-19 di Bandung Raya kini menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.

Tayang:
Editor: dedy herdiana
pixabay
Ilustrasi virus Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) perawatan pasien Covid-19 di Bandung Raya kini menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) per 20 Februari 2022 mencatat BOR Covid-19 di Bandung Raya kini mencapai 58,79 persen atau terisi 1.210 tempat tidur dari 2.058 tempat tidur yang tersedia.

Kemudian yang memiliki BOR Covid-19 kedua tertinggi adalah Bodebek memiliki BOR 54,21 persen atau terisi 3.173 dari 5.853 tempat tidur, lalu Ciayumajakuning dengan BOR 43,17 persen atau 550 terisi dari 1.274 tempat tidur.

Pikobar yang merujuk pada data Kementerian Kesehatan RI ini mencatat rumah sakit dengan BOR Covid-19 tertinggi di Kota Bandung adalah RSUP Hasan Sadikin Bandung dengan 97,89 persen, atau terisi 97 dari kapasitas 99 tempat tidur. Kemudian RSU Al Islam dengan BOR Covid-19 93,24 persen atau 69 dari 74 tempat tidur terisi.

Baca juga: Bukan Lagi Bodebek, Keterisian Rumah Sakit Tertinggi Kini di Cirebon, Bandung, dan Tasikmalaya

RSHS dan Ilustrasi Virus Corona
 Ilustrasi Virus Corona  dan rumah sakit (Kolase Tribun Jabar)

RS Santosa Kopo dan Bandung masing-masing memiliki BOR 90 persen dari kapasitas 40 dan 60 tempat tidur, lalu RSU Immanuel memiliki BOR Covid-19 sebanyak 79,76 persen atau 67 dari 84 terisi. 

Selanjutnya rumah sakit yang memiliki BOR Covid-19 antara 50 persen sampai 79 persen adalah RSKIA Bandung, RS Hermina Pasteur, RS Sartika Asih, RS Pindad, RS Muhammadiyah, RS Santo Yusup, RS Kebon Jati, RS Humana Prima, RS Salamun, RS Advent, dan RS Rotinsulu.

Di Kota Cimahi, RSU Mitra Kasih memiliki BOR 79,17 persen (57 dari 72 tempat tidur terisi), RSUD Cibabat 68,63 persen (35 dari 51 terisi), dan RS Dustira 61,74 persen (163 dari 264 tempat tidur terisi).

Di Kabupaten Bandung, RSUD Al Ihsan 54 persen terisi (45 dari 82 tempat tidur), RSUD Soreang 93,75 terisi (15 dari 16 tempat tidur), RSUD Majalaya 72,22 persen terisi (13 dari 18 tempat tidur), dan RSUD Cicalengka 25 persen (8 dari 32 tempat tidur).

Sedangkan di RS Cahya Kawaluyaan 79,17 persen terisi (19 dari 24 tempat tidur) dan RSUD Sumedang 18,92 persen (21 dari 111 tempat tidur terisi.

Sebelummya diberitakan, BOR Covid-19 di Jabar terus meningkat sampai 45,57 persen per 20 Februari 2022, atau terisi 6.170 dari total 12.703 tempat tidur di 344 tempat tidur yang tersedia.

Namun demikian, keterisian rumah sakit di Jabar ini tidak setinggi saat varian Delta merebak pertengahan tahun lalu. Sebelumnya sempat menembus 91,6 persen pada 28 Juni 2021, sementara pada 14 Juli 2021 tercatat 83,32 persen dengan rician 15.946 tempat tidur terisi dari 19.138 tempat tidur yang tersedia.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat mencatat, keterisian yang paling mengkhawatirkan adalah ruang perawatan intensif untuk pasien bergejala sangat berat yang mencapai 88,17 persen dari 482 tempat tidur.

Sedangkan, BOR kategori hijau atau gejala ringan terisi 44,2 persen dari 6.668 tempat tidur, kategori kuning atau gejala sedang terisi 56,58 persen dari 4.936 tempat tidur, dan kategori merah untuk gejala berat terisi 44,65 persen dari 430 tempat tidur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Nina Susana Dewi mengatakan sejumlah program prioritas dilakukan Pemda Provinsi Jabar untuk mengantisipasi gelombang ketiga pandemi, yaitu pembobotan lebih besar terhadap angka keterisian rumah sakit (BOR). 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved