Breaking News:

Tidak Pakai Masker, Sejumlah Warga Dihukum Push Up dan Menyapu Jalanan Kota Cirebon

mereka kedapatan tidak mengenakan masker sehingga terjaring operasi yustisi protokol kesehatan yang berlangsung di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cire

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Warga menjalani sanksi push up saat terjaring operasi yusitis protokol kesehatan di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (17/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sejumlah warga tampak mendapatkan hukuman push up hingga menyapu lananan oleh Satpol PP Kota Cirebon, Kamis (17/2/2022).

Pasalnya, mereka kedapatan tidak mengenakan masker sehingga terjaring operasi yustisi protokol kesehatan yang berlangsung di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, itu.

Dalam operasi tersebut, petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan lainnya terlihat menyetop pejalan kaki maupun pengendara motor yang kedapatan tidak mengenalan masker.

Baca juga: Sekda Sebut Prokes Warga Kota Cirebon Mengendur, Banyak Warga Beraktivitas Tak Pakai Masker

Baca juga: Begal Motor di Cianjur Acungkan Senjata Tajam, Kabur Lihat Korban Pakai Masker Polisi, Balik Dikejar

Mereka pun langsung didata kemudian disanksi untuk menyapu Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, dan push up sambil mengenakan rompi oranye.

Bahkan, para petugas juga tampak mengawasi langsung pelaksanaan sanski kepada para pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi suspensi tersebut.

"Saat ini, sanksi yang diberikan kepada pelanggar prokes lebih kepada sanski sosial," kata Kepala Bidang Penertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kota Cirebon, Suweka, saat ditemui seusai razia.

Ia mengatakan, sanski sosial tersebut untuk memberikan efek jera sehingga tidak diulangi di kemudian hari dan masyarakat menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Pihaknya mengakui belum menerapkan sanksi denda kepada para pelanggar protokol kesehatan di Kota Cirebon yang terjaring operasi yustisi.

"Sejauh ini, bentuk sanksinya teguran lisan dan sosial. Kami belum menerapkan sanksi denda dalam operasi yustisi protokol kesehatan," ujar Suweka.

Ia menyampaikan, operasi yustisi itu merupakan tindak lanjut penerapan PPKM level 3 di Kota Udang akibat melonjaknya kasus Covid-19.

Bahkan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon yang pada akhir pekan lalu mencapai 204 orang, kini bertambah menjadi 335 orang.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved