Kalapas dan 10 Sipir Lapas Kelas II B Kota Sukabumi Positif Covid-19, Ini Penyebabnya

Trian menjelaskan petugas yang pertama kali terpapar Covid-19 merupakan warga domisili Bogor, yang diduga bersangkutan tertular dari keluarganya.

Tribun Jabar/Dian
Lapas Kelas II B Kota Sukabumi 

laporan Kontrubutor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Pelaksana Harian Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Sukabumi Trian Pratikta mengungkapkan awal mula tersebarnya kasus COVID-19 di lingkup petugas Lapas Kelas II B Nyomplong, Kota Sukabumi, Selasa (15/2/2022).

"Awalnya pada hari Jumat sekitar dua minggu lalu, ada salah satu pegawai yang mengeluhkan adanya gangguan kesehatan yang setelah di tes PCR ternyata positif COVID-19," ujarnya.

Trian menjelaskan petugas yang pertama kali terpapar Covid-19 merupakan warga domisili Bogor, yang diduga bersangkutan tertular dari keluarganya.

"Jadi yang awalnya positif itu domisilinya di Bogor dan memang keluarganya ada yang positif. Jadi setelah itu beliau ke Kalapas dan arahannya dilarang untuk ke kantor dulu dan diminta untuk PCR," jelasnya.

Kemudian pihak Lapas Kelas II B melakukan tracing kepada 39 orang petugas dan hasilnya 11 orang positif COVID-19. 

"11 orang positif terpapar, Termasuk di dalamnya Kepala Lapas Christo Victor Nixon Toar," ucap Trian.

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas II B Nyomplong, Kota Sukabumi dan 10 Sipir Lapas terpapar COVID-19. 

"Hingga hari ini jumlah positif yang ada di Lapas menjadi 11 orang," ujar Kalapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar, saar dihubungi awak media, Senin (14/2/2022).

Christo mengaku terpapar COVID-19, berdasarkan hasil swabnya, CT value 32., kondisinya mulai menunjukkan adanya gejala flu. 

"Hasil saya keluar paling terakhir. Ternyata positif dengan CT 32. Saya kayak mau flu aja dari hari Rabu hingga Jumat kemarin," ucap Christo.

Ada pun kondisi Sipir, Christo menjelaskan, kondisi sipir lain dalam keadaan baik tidak menunjukan adanya gejala berat. Namun ada sekitar 2-4 orang yang bergejala ringan. Namun semunya menjalani isolasi mandiri.

"Dokter kami sudah koordinasi dengan Satgas dan diarahkan ke puskesmas masing-masing untuk penanganan obat dan konsultasi. Ada pun hasil tracing ada 38 orang. Menunggu hasil pemeriksaaanya," jelasnya.
 

--

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved