Breaking News:

Indramayu Jadi Level 3 Lagi, Kasus Meningkat, Kini Ada 763 Pasien Covid-19 Aktif yang Dirawat

data yang dicatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, ada sebanyak 763 pasien Covid-19 aktif yang masih menjalani perawatan

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
pixabay
Ilustrasi virus Covid-19. Banyak yang belum tahu, penularan covid-19 lebih sering terjadi di rumah. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Indramayu naik lagi statusnya dari dua pekan sebelumnya berada di level 2 kini menjadi level 3.

Hal tersebut berdasarkan Inmendagri Nomor 10 Tahun 2022 yang mulai berlaku 15-21 Februari 2022.

Dalam Inmendagri itu, di wilayah Ciayumajakuning yang masuk kategori level 3 adalah Kabupaten Indramayu dan Kota Cirebon.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Indramayu, Dede Setiawan membenarkan naiknya status PPKM Kabupaten Indramayu menjadi level 3.

Baca juga: Indramayu dan Kota Cirebon Masuk PPKM Level 3 Pekan Ini, Kuningan, Majalengka, dan Cirebon Level 2

Baca juga: Berubah Lagi, Ini Aturan Terbaru PPKM Level 3 Berlaku Hingga 21 Februari 2022

Menurutnya, hal ini karena adanya peningkatan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

"Berdasarkan assessment situasi Covid-19, Indramayu sekarang level 3," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (15/2/2022).

Secara keseluruhan, berdasarkan data yang dicatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, ada sebanyak 763 pasien Covid-19 aktif yang masih menjalani perawatan di Kabupaten Indramayu per 15 Februari 2022.

Dari jumlah tersebut, ada penambahan pasien terkonfirmasi baru sebanyak 158 orang dalam sehari pada hari ini.

Meski demikian, terdapat pula pasien yang dinyatakan sembuh, yakni sebanyak 40 orang hari ini.

Sedangkan untuk keterisian BOR di seluruh rumah sakit di Kabupaten Indramayu, tercatat sebesar 18,62 persen.

Indikator penyebab level 3 lainnya, kata Dede Setiawan, karena saat ini Dinkes Indramayu mengalami terkendala dalam melakukan tracing dan testing terhadap kontak erat.

Rasionya, baru mencapai 4 orang dari 1 kasus terkonfirmasi dari target seharusnya yang mesti dipenuhi sebanyak 15 orang.

"Adanya peningkatan kasus dan terbatasnya testing harian sehingga positivity rate meningkat menjadi 6,24 persen yang seharusnya kurang dari 5 persen," ujar dia.

Upaya-upaya dalam peningkatan pemenuhan target tracing dan testing terhadap kontak erat pun terus dilakukan Dinkes Indramayu saat ini.

Di antaranya dengan melakukan berkoordinasi di setiap jenjang admintratif pemerintahan mulai tingkat kabupaten hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Termasuk menjalin koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

"Kami juga memperkuat jejaring pelayanan dengan RS, puskesmas, dan klinik maupun laboratorium," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved