KPCT Sambut Baik Semangat Pemprov Jabar Perjuangkan Pemekaran DOB
Komite Perjuangan Kabupaten Cirebon Timur (KPCT) menyambut baik semangat Pemprov Jabar memperjuangkan pemekaran daerah otonom baru (DOB) di Jawa Barat
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Komite Perjuangan Kabupaten Cirebon Timur (KPCT) menyambut baik semangat Pemprov Jabar memperjuangkan pemekaran daerah otonom baru (DOB) di Jawa Barat.
Ketua Umum KPCT, Dade Mustofa Efendi, mengatakan, kesiapan Pemprov khususnya Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam memperjuangkan moratorium pemekaran dicabut oleh pemerintan pusat harus disambut baik.
Karenanya, pihaknya bakal terus bekerja keras dalam mempersiapkan seluruh persyaratan teknis dan administratif untuk pemekaran wilayah timur Kabupaten Cirebon.
"Kami dari KPCT sebagai organ yang selama ini memperjuangkan aspirasi pemekaran harus mempersiapkannya, karena persyaratan tetap harus dipenuhi meski didukung Pak Gubernur," ujar Dade Mustofa Efendi saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Senin (7/2/2022).
Baca juga: Warga Indramayu Barat Tagih Janji Pemerintah Realisasikan DOB: Kami Sangat Optimis Bisa Membangun
Ia juga mengaku tidak mempermasalahkan perihal pemekaran Kabupaten Cirebon Timur yang belum diparipurnakan DPRD Jawa Barat sebagai CDOB.
Diketahui, CDOB yang telah ditetapkan di antaranya, Kabupaten Indramayu Barat, Kabupaten Bogor Timur, Bogor Barat, Sukabumi Utara, dan Garut Selatan.
"Kami tidak terlalu mengkhawatirkan itu, karena pengajuan lima CDOB tetap menunggu moratorium dicabut, sehingga tidak menutup kemungkinan goalnya akan bersamaan," kata Dede Mustofa Efendi.
Dade menyampaikan, Kabupaten Cirebon Timur bakal meliputi 18 kecamatan dan 191 desa yang membentang dari Kecamatan Beber, Mundu, Gebang, Losari, hingga Ciledug.
Adapun jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 461 ribuan jiwa. Selain itu, ia menyebutkan potensi PAD Cirebon Timur bersumber dari pertanian, perkebunan, perikanan, dan lainnya.
Pihaknya mengakui tidak terlalu mengandalkan sektor perindustrian yang kini tampak semakin menggeliat di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Pasalnya, menurut dia, sektor perindustrian justru menimbulkan permasalahan akibat sistem pengelolaannya yang tidak baik.
"Dari perhitungan kami, selama ini potensi wilayah timur secara umum menyumbang hingga 40 persen dari total PAD Kabupaten Cirebon," ujar Dade Mustofa Efendi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/arus-lalu-lintas-di-jalan-otista-kecamatan-weru-kabupaten-cirebon-terpantau-lengangg.jpg)