Dianggap Kebal Hukum, Spanduk 'Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda' Muncul, Kasus Lanjut ke MKD DPR RI

sebuah baliho bertuliskan 'Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda' terlihat terpasang di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Purwakarta.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa/Facebook
Baliho untuk Arteri Dahlan terpasang di pertigaaan Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Purwakarta, Senin (7/2/2022). 

TIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan  masih jadi perbincangan publik, hal itu karena kasus yang menjeratnya terkait dugaan ujaran kebencian SARA dihentikan di tingkat penyelidikan.

Diketahui, Polda Metro Jaya beralasan, Arteria Dahlan sebagai Anggota DPR memiliki hak imunitas.

Respon masyarakat sunda, khususnya di Purwakarta nampaknya masih belum memaafkan politikus PDIP tersebut.

Bahkan, sebuah baliho bertuliskan 'Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda' terlihat terpasang di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta.

Baliho untuk Arteri Dahlan terpasang di pertigaaan Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Purwakarta, Senin (7/2/2022).
Baliho untuk Arteri Dahlan terpasang di pertigaaan Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Purwakarta, Senin (7/2/2022). (Istimewa/Facebook)

Berdasarkan keterangan warga setempat, Dendi (28) adanya baliho teraebut sudah terpasang lebih dari satu pekan.

"Seingat saya dari tanggal 21 Januari sudah ada, tapi gak tahu siapa yang masang," ujar Dendi ketika diwawancara dilokasi, Senin (7/2/2021).

Tak hanya di satu lokasi, baliho bertuliskan 'Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda' juga terpasang di Jalan RE. Martadinata, Kelurahan Nagri Kidul, Kabupaten Purwakarta.

"Yang saya lihat bukan hanya di sini, di dekat Jalan Tengah juga ada," kata dia.

Ketika ditanyai siapa pemasang baliho tersebut, Dendi mengatakan, ia tak mengetahui siapa pemasang spanduk tersebut.

Baca juga: Kasus Arteria Dahlan Soal Bahasa Sunda Disetop, Begini Penjelasan Polda Metro Jaya

"Saya gak tahu, meskipun dekat rumah mungkin spanduk ini dipasang malam hari," ucapnya.

Diketahui, Arteria Dahlan telah meminta maaf atas ucapannya tersebut, namun sejumlah masyarakat sunda masih menuntut penegak hukum memproses kasus tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti pemasang baliho tersebut.

Sebelumnya diketahui, menanggapi pernyataan anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang menyinggung suku sunda, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang juga mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berpendapat bahwa nasionalisme justru lahir dari unsur ke daerahan.

"Bung Arteria mungkin lupa bahwa nasionalisme itu bukan hanya Jakarta Centris, nasionalisme itu lahir dari berbagai daerah, hendaknya hal ini jadi pelajaran. Sebab ini juga menyinggung dan mengandung unsur SARA," ujar Dedi Mulyadi, Rabu (19/1/2022).

Ia berpandangan dengan mencuatnya kasus tersebut, ada hikmah sehingga menimbulkan kesatuan masyarakat sunda.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved