WARNING, Keterisian Tempat Tidur Perawatan Pasien Covid-19 Naik Drastis, RS di Jabar Siaga 1
eterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit di Jawa Barat mengalami peningkatan pesat seiring dengan lonjakan kasus harian
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit di Jawa Barat mengalami peningkatan pesat seiring dengan lonjakan penambahan kasus harian Covid-19. Peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) ini seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Barat.
Berdasarkan data terakhir di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat, per 2 Februari 2022, BOR Covid-19 di Jabar sudah di angka 28,18 persen, atau 2.221 terisi dari 7.882 tempat tidur yang tersedia di 308 rumah sakit di Jawa Barat.
BOR Covid-19 ini terbilang naik drastis mengingat pada 22 Januari 2022, keterisiannya baru 6,65 persen atau terisi 448 dari 6.740 tempat tidur yang tersedia. Seiring dengan peningkatan keterisian ini, rumah-rumah sakit pun menambah jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 sebanyak 1.142 tempat tidur sejak 22 Januari 2022.
Baca juga: 17 Pemain Positif Covid-19, Persib Kini Instropeksi, Rafi Ghani: Akan Meeting Lagi dengan PT LIB
Daerah dengan persentase BOR tertinggi adalah Kota Depok dengan 51,74 persen atau 342 dari 661 tempat tidur terisi. Kemudian Kabupaten Bogor dengan BOR 46,12 persen atau 303 dari 657 tempat tidur terisi, BOR Kota Bekasi 44,38 persen atau 521 dari 1.174 tempat tidur terisi, dan Kota Cimahi 40,58 persen atau 56 dari 138 bed terisi.
Kemudian Kabupaten Bekasi dengan BOR 38,33 persen atau 317 dari 827 bed terisi, Kabupaten Garut dengan BOR 34,07 persen atau 46 dari 135 bed terisi, Kota Bogor dengan 31,5 persen atau 172 dari 546 bed terisi, Kota Bandung dengan BOR 31,1 persen atau 176 dari 566 bed terisi, dan Kabupaten Bandung dengan 19,7 persen atau 26 dari 132 bed terisi.
Di sisi lain, jumlah kasus aktif Covid-19 atau orang yang masih dalam perawatan atau isolasi di Jawa Barat per 4 Februari 2022 sudah mencapai 29.406 orang, setelah naik 7.308 kasus dalam sehari itu. Angka ini melonjak tajam dari 1 Januari 2022 yang hanya terdapat 532 kasus aktif di Jabar.
Dengan kasus aktif 29.406 orang di Jabar dan 2.221 orang di antaranya yang dirawat di rumah sakit, maka sebagian besar warga yang positif Covid-19 di Jabar memilih menjalani isolasi mandiri di rumah atau pusat-pusat isolasi terpadu.
Baca juga: Jumlah Siswa yang Terpapar Covid-19 Bertambah, Pemkot Cirebon Tetap Buka PTM 100 Persen Karena Ini
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya pun sudah memerintahkan kepada semua rumah sakit di Jawa Barat untuk menaikkan status Covid-19 menjadi Siaga 1. Semua rumah sakit harus mulai menambah tempat tidur perawatan pasien Covid-19, beserta obat-obatam, oksigen, dan sumber daya manusianya.
"Saya sudah perintahkan semua rumah sakit Siaga 1. Kasur-kasur, bed-nya ditingkatkan, oksigen kita siapkan," katanya di Jakarta, Kamis (3/2).
BOR Covid-19 di Jabar, katanya, sudah meningkat terutama di Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung. Karenanya, rumah sakit di aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya pun harus bersiap.
"Jadi kita akan fokus di aglomerasi itu, berulang-ulang dari dulu setiap kasus Covid pasti kumpulnya di situ. Jadi kita akan mendorong aglomerasi ini, setiap rumah sakit mulai siap-siap," katanya.
Di sisi lain, katanya, masyarakat harus tetap tenang walaupun waspada. Sebab berdasarkan penelitian, penyebaran Covid-19 varian Omicron memang cepat, namun cepat juga sembuhnya.
"Jadi kalau gejala kecil tidak usah ke rumah sakit, nanti menaikkan BOR. Biarkan BOR itu untuk yang parah atau komorbid. Kalau di luar itu, di rumah saja, minum vitamin dan obat," katanya.