Pelecehan Seksual Pelatih Futsal

Korban Pelecehan Seksual Pelatih Futsal Capai 64 Orang Anak Laki-laki, Kerap Ancam Korban Begini

Jumlah korban yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual dari pelatih futsal tersebut telah mencapai 64 orang, yang rata-rata berusia 16-17 tahun

Editor: Mumu Mujahidin
kolase Ist/Facebook dan Instagram
Pelatih futsal yang diduga lakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur kini sudah dipecat, ini sosoknya. 

TRIBUNCIREBON.COM - Oknum pelatih futsal di Cileungsi, Bogor kerap mengancam para korban pelecehan seksual.

Kasus pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan seorang pelatih futsal di Bogor berinisial G menemukan fakta baru.

Pelecehan seksual ini diuga dilakukan G pada puluhan anak didiknya yang masih dibawah umur.

Jumlah korban yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual dari pelatih futsal tersebut telah mencapai 64 orang, yang rata-rata berusia 16 - 17 tahun.

Kasus pelecehan seksual sesama jenis ini pertama kali dibongkar oleh GT.

Pelatih futsal yang diduga lakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur kini sudah dipecat, ini sosoknya.
Pelatih futsal yang diduga lakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur kini sudah dipecat, ini sosoknya. (kolase Ist/Facebook dan Instagram)

Rupanya, kabar ini sudah didengar oleh Academy FCS, klub academy futsal di wilayah Tajur.

Dalam postingannya, Academy FCS menyebut sudah memecat G dari posisinya sebagai pelatih futsal.

Padahal, terduga pelaku ini baru beberapa bulan menjadi pelatih.

"Melalui statement ini, dengan tidak hormat kami memberhentikan G sebagai pelatih Academy FCS yang terhitung baru beberapa bulan melatih," tulis akun Instagram @officialfcs_, dikutip TribunnewsBogor.com, Kamis (3/2/2022).

Setelah memecat G, FCS pun meminta untuk tidak mengaitkan terduga pelaku dengan academy futsalnya. 

Baca juga: Puluhan Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual Sesama Jenis Pelatih Futsal di Bogor, Ini Kronologinya

"Dimohon untuk tidak melibatkan kami dalam berita yang sedang beredar, karena itu bisa mencemarkan nama baik kami," tulisnya.

Sebelum dipecat, terduga pelaku ini sempat memperingatkan para korbannya tuntuk tidak buka suara.

Hal tersebut terlihat dari chat pribadi antara pelaku dan korban.

Dalam chat WhatsApp tersebut, terduga pelaku sempat ogah disebut gay, meski kerap merayu anak didiknya yang laki-laki.

"Kecuali dia udah begituan, baru dibilang gay," tulis G.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved