Liga 1 2021
Kasus Covid-19 Melonjak, PT LIB Pertimbangkan Opsi Menunda Liga 1
Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita akhirnya buka suara terkait desakan dari klub peserta untuk menunda Liga 1 2021/2022.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita akhirnya buka suara terkait desakan dari klub peserta untuk menunda Liga 1 2021/2022.
Desakan ini muncul setelah meroketnya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.
Lukita mengatakan PT LIB selalu mendengar masukkan dan juga saran dari berbagai pihak termasuk klub peserta.
Hanya saja, keputusan untuk menunda sementara Liga 1 tidak bisa langsung dibuat.
Baca juga: Diterjang Badai Covid, Persib Bakal Ajukan Laga Kontra Bhayangkara Ditunda, Umuh Muchtar Buka Suara
"Harus diperhitungkankan, seperti mobil enggak boleh mendadak karena banyak barang pecah makanya hati-hati. kalau ngerem harus tepat, ga boleh asal hitung. kalau secara algoritma kami lagi merumuskan mudah-mudahan dapat yang terbaik," ujar Lukita melalui sambungan telepon, Jumat (4/2).
Saat ini, lanjut Lukita, PT LIB sedang fokus untuk memutus mata rantai Covid-19 yang menjangkiti beberapa klub. Pihaknya pun sedang berusaha keras untuk melakukan tracking dan tracing.
"Pergerakan Covid omicron ini dinamis. Aneh juga, karena yang ini kena yang itu enggak kena, yang deket enggak kena malah jauh enggak kena. Kami terapkan sistem bubble di setiap akomodasi," ucapnya.
Baca juga: 17 Pemain Positif Covid-19, Persib Kini Instropeksi, Rafi Ghani: Akan Meeting Lagi dengan PT LIB
Dalam beberapa hari ke depan, PT LIB bakal melihat tren positif yang terjadi di klub. Jika menurun, maka tidak ada alasan untuk menunda kompetisi yang sudah memasuki pekan ke-23 tersebut.
Namun jika terjadi kenaikan, maka dia tidak memungkiri bahwa salah satu opsi yang dapat diambil adalah menunda kompetisi.
Hanya saja penundaan ini, lanjut Lukita, harus dihitung seberapa lama dan bagaimana persiapannya.
"Untuk itu kami tracking dan tracing terus pergerakan pemain kemana saja, kalau ke pertandingan juga harus kita pantau. karena ini bubble to bubble, bukan semi bubble," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/logo-liga-1-2021-2022.jpg)