Satu Keluarga di Cirebon Positif Covid
RSD Gunung Jati Kota Cirebon Siapkan Skema Ini untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Omicron
RSD Gunung Jati tampaknya telah menyiapkan skema khusus dalam mengantisipasi kasus Covid-19 varian Omicron.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - RSD Gunung Jati tampaknya telah menyiapkan skema khusus dalam mengantisipasi kasus Covid-19 varian Omicron.
Direktur RSD Gunung Jati Kota Cirebon, dr Kartibi, mengatakan, skema itu siap dijalankan manakala terjadi lonjakan kasus Omicron.
Baca juga: Ratusan Nakes RSD Gunung Jati Kota Cirebon Disiagakan untuk Hadapi Lonjakan Kasus Omicron
"Kami menyiapkan skema untuk kemungkinan terburuk, tapi mudah-mudahan tidak terjadi," kata Kartibi saat ditemui di RSD Gunung Jati, Jalan Sudharsono, Kota Cirebon, Senin (31/1/2022).
Ia mengatakan, RSD Gunung Jati Kota Cirebon memiliki 210 tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 yang tersebar di sejumlah ruangan.
Di antaranya, Ruang Teratai 1 - 2, Ruang Prabu Siliwangi 1 - 4, Ruang Kiansantang, Ruang Flu Burung, dan eks Ruang IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Omicron, RSD Gunung Jati Kota Cirebon Siapkan Ratusan Tempat Tidur
Namun, menurut dia, seluruh ruang perawatan tersebut bakal dioperasikan satu-persatu, tidak sekaligus dalam sekali waktu untuk mengatur ritmenya.
Saat kapasitas satu ruangan yang dioperasikan mencapai 80 persen, barulah ruangan kedua dibuka dan seterusnya hingga ruangan seterusnya.
"Saat ini, Ruang Flu Burung yang disiapkan dan berisi enam bed, kalau kapasitasnya mencapai 80 persen, Ruang Teratai 1 mulai dipersiapkan dibuka," ujar Kartibi.
Jika tingkat keterisian Ruang Teratai 1 mencapai 80 persen maka Ruang Teratai 2 pun disiapkan untuk beroperasi sehingga bisa langsung menampung pasien.
Pembukaan ruangan satu demi satu itu pun untuk mengantisipasi lonjakan pasien sehingga tidak ada yang masuk daftar tunggu karena ruang isolasi penuh.
Pihaknya mengakui, pada tahun lalu terdapat pasien yang masuk waiting list hingga lebih dari sehari akibat ruang isolasi penuh terisi pasien.
"Pada prinsipnya kami siap melayani pasien Omicron, sehingga mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasinya," kata Kartibi.