Breaking News:

Bocah yang Dirawat Ibu ODGJ di Indramayu Bahagia Bisa Makan Daging Ayam Habis hingga ke Tulang

dengan cepat nasi dan daging ayam itu seketika habis, Dani Ahmad bahkan sampai menggigiti tulang ayam untuk memastikan tidak ada lagi daging

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
LPAI Indramayu saat mengunjungi Tawinah (42), ODGJ yang rawat 2 anak di rumah gubug di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Senin (31/1/2022). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Indramayu datang mengunjungi kediaman Tawinah (42), ibu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang merawat dua anaknya yang masih kecil.
Kedua anak Tawinah itu, masing-masing diketahui bernama Dani Ahmad usianya sekitar 10 tahun dan Putra Bumi yang usianya masih sekitar 3 tahun.
Kedatangan LPAI Indramayu ke kediaman mereka di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi itu pun turut membawa sejumlah makanan dan pakaian layak pakai.
Namun, dalam kunjungan itu ada hal yang menyayat hati. 
LPAI Indramayu saat mengunjungi Tawinah (42), ODGJ yang rawat 2 anak di rumah gubug di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Senin (31/1/2022).
LPAI Indramayu saat mengunjungi Tawinah (42), ODGJ yang rawat 2 anak di rumah gubug di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Senin (31/1/2022). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)
Pasalnya, Dani Ahmad tampak sangat lahap saat memakan nasi dan lauk daging ayam.
Pantauan Tribuncirebon.com, dengan cepat nasi dan daging ayam itu seketika habis, Dani Ahmad bahkan sampai menggigiti tulang ayam untuk memastikan tidak ada lagi daging yang tersisa.
"Enak rasanya," ujar Dani Ahmad disela-sela aktivitas makannya, Senin (31/1/2022).
Selain Dani Ahmad, adiknya Putra Bumi pun terlihat gembira saat menyantap nasi dan daging ayam.
Sembari digendong, ia disuapi ibunya Tawinah yang mengalami gangguan mental.
Putra Bumi pun makan dengan lahap.
Sementara itu, Koordinator Lapangan LPAI Indramayu, Adi Wijaya mengatakan, sehari-harinya ibu dan anak itu makan dari belas kasihan keluarga dan orang-orang sekitar.
"Untuk makan sehari-hari ibu Tawinah dan anaknya ini makan selalu dikasih sama tetangga, sama orang-orang yang ada di jalan," ujar dia.
Adi Wijaya menyampaikan, pihaknya turut prihatin dengan kehidupan yang dijalani ibu dan anak tersebut.
Terlebih, mereka tinggal di sebuah rumah gubuk yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Alas dari rumah itu beralaskan tanah dan dinding bata.
Tidak ada listrik dan lampu dalam rumah itu.
Lokasinya pun sangat sempit dan berantakan.
Dari dalam rumah juga tercium bau tak sedap yang menyengat.
Disampaikan Adi Wijaya, sejauh ini soal kondisi yang dialami ibu dan anak itu, kata dia sebenarnya sudah ada perhatian dari pemerintah.
"Setahu saya sudah ada perhatian dari pemerintah, tapi mungkin belum ada pelaksanaannya," ujar dia.
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved