Belasan Kerbau Mati Mendadak di Kuningan

HEBOH 16 Kerbau Mati Mendadak di Kuningan, Dokter Hewan Langsung Datangi Lokasi Lakukan Ini

Insiden belasan kerbau mati mendadak yang menghebohkan warga di Kuningan, membuat tenaga medis spesialis hewan mendatangi lokasi kejadian.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Dok. UPTD Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Ciawigebang
Insiden belasan kerbau mati mendadak yang menghebohkan warga di Kuningan, membuat tenaga medis spesialis hewan mendatangi lokasi kejadian. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Insiden belasan kerbau mati mendadak yang menghebohkan warga di Kuningan, membuat tenaga medis spesialis hewan mendatangi lokasi kejadian.

Tim medis yang melibatkan dokter hewan itu langsung memeriksa kerbau milik warga di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabuten Kuningan.

Aris yang juga Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan di Kecamatan Ciawigebang, mengaku langsung bergegas ke lokasi kejadian kematian masal pada hewan ternak warga.

"Sebenarnya kematian kerbau hingga berjumlah belasan itu sejak hari Senin kemarin. Dari informasi masuk hingga saat sekarang, kami terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan hewan ternak warga tersebut," katanya.

ILUSTRASI: 19 ekor ternak kerbau mati tersambar petir di Dusun II, Desa Urutan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Senin (19/8/2019) dan menjadi tontonan warga. Selain kerbau, seorang warga juga tewas karena petir di saat yang sama.
ILUSTRASI: 19 ekor ternak kerbau mati tersambar petir di Dusun II, Desa Urutan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Senin (19/8/2019) dan menjadi tontonan warga. Selain kerbau, seorang warga juga tewas karena petir di saat yang sama. (Dok Polres Tapteng/Tribun-Medan.com)

Hingga sekarang ini dikatakan Aris, pihaknya terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selama melakukan pengawasan, lanjut dia, da beberapa sampel yang dijadikan bahan penelitian.

"Untuk sampel dalam melakukan penelitian, kenapa kerbau ini bisa mati dan yang mati banyak, kami mengambil sampel dari lingkungan habibat kerbau dan beberapa hal pendukung lainnya," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Belasan Kerbau di Kuningan Mati Mendadak, Warga Geger, Kepala Desa Pun Bingung

Selain mengambil sampel pendukung dari habitat kerbau, kata Aris, juga mengambil unsur kotoran yang masih di dalam perut kerbau hidup.

"Untuk pengambilan sampel sebagai bahan penelitian. Kami mengambil dari kotoran yang berada di dalam perut Kerbau. Sebab untuk mengambil sampel daging kerbau mati itu tidak ada, karena pemilik sudah menguburnya langsung," katanya.

Adapun hasil penelitian dalam sampel tadi, dugaan sementara terjadi kematian hewan ternak warga itu, akibat dari pakan atau rumput liar yang banyak mengandung cairan hingga membuat kerbau atau hewan pemakan rumput itu kembung.

"Kesimpulan sementara akibat adanya kematian kerbau warga, kami menduga dari pakan yang tersedia di lingkungan habibat kerbau tersebut," katanya.

Terlebih bisa diketahui bersama, jumlah kerbau petani di desa setempat itu terbilang hidup di alam bebas.

"Betul, kerbau warga memang hidup di alam bebas dan sulit saat mengontrol jenis rumput apa yang menjadi pakan hingga di makan itu kerbau," katanya.

Sebelumnya dikabarkan, belasan kerbau milik warga di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, mati mendadak.

Peristiwa belasan kerbau mati mendadak itu langsung geger menyedot perhatian dan perbincangan warga sekitar.

"Betul Kang, kabar kerbau mati mendadak terjadi. Jumlahnya ada sekitar 16 ekor dengan bobot kerbau bermacam-macam," kata Diki salah seorang warga setempat, Kamis (27/1/2022).

Peristiwa yang membuat gempar warga setempat, kata dia mengaku bahwa kejadian ini menimbulkan keanehan.

Sebab sebelumnya tidak pernah terjadi hewan ternak mati massal begini.

"Ya aneh saja bagi warga mah, karena kejadian ini baru pertama kali menimpa hewan ternak kami di desa," katanya.

Baca juga: MISTERIUS Ratusan Burung Pipit Mati Mendadak di Halaman Balai Kota Cirebon, Ini Kesaksian ASN

Muncul kabar duka yang dirasak para pemilik kerbau, Kepala Desa Cihirup, yakni Lina saat di konfirmasi membenarkan bahwa kejadian kematian pada hewan ternak warga itu benar.

"Benar kang, kerbau milik warga kami pada mati, hingga sekarang jumlahnya ada 16 ekor," katanya.

Ditanya soal sebab kematian terjadi pada kerbau milik warga, Lina mengaku tidak mengetahui persis bagaimana itu bisa terjadi.

Karena musibah kematian pada kerbau itu bermunculan alias kematian massal.

"Tidak tahu kenapa bisa mati," ujarnya.

Atas kejadian kematian massal kerbau milik warga, Lina mengaku sudah membuat laporan kepada pemerintah Kuningan.

"Ya dari kematian itu, kami sudah lapor ke dinas peternakan dan minta untuk periksa semua hewan ternak di desa," katanya. 

19 ekor kerbau mati di Medan

Peristiwa tak biasa terjadi saat pengembala dan 19 ekor kerbau mati bersamaan usai tersambar petir. Korban ketika itu sedang berada dekat hewan peliharaannya ketika terjadi hujan lebat.

Adalah Sintor Habeahaan, (27) warga Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara ditemukan meninggal dunia di dekat kandang kerbau di dekat rumahnya setelah tersambar petir, pada Senin (19/8/2019) malam.

Tidak hanya itu, 19 ekor kerbau yang saban hari digembala korban juga mati secara bersamaan di dalam kandang, karena sambaran petir tersebut.

Gerhad Sitompul tetangga korban menuturkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 19.00.

Ketika itu kata dia, hujan disertai petir keras sedang melanda desa tersebut dan sejumlah wilayah lainnya di Kec. Andam Dewi.

Sebanyak 19 ekor kerbau juga mati secara bersamaan di dalam kandang di Desa Uratan, Kec. Andam Dewi, Kab. Tapteng, setelah tersambar petir, Senin (19/8/2019) malam. 

Seperti yang dilansir dari suluhsumatera.com, diinformasikan saat peristiwa itu, terjadi hujan deras.

Saat itu korban berniat menghidupkan api di dekat kandang, untuk menghangatkan kerbau.

Nahas, ketika sedang menhidupkan api, petir dengan ledakan yang sangat keras meyambar.

"Diduga saat itu korban dan seluruh kerbau di dalam kandang tersambar petir hingga meninggal. Karena di sekitar kandang tanahnya memang basah akibat hujan."

"Sebelumnya keluarga korban sudah mengingatkan agar jangan menghidupkan api, tapi dia tetap keluar, sedangkan keluarganya di dalam rumah,” ungkap Gerhad Selasa (20/8/2019).

Disebutkan, peristiwa meninggalnya Sintor dan matinya 19 kerbau di dalam kandang pertama kali diketahui oleh Jopi Habeahan, ayah korban.

Usai ledakan petir yang sangat keras itu kata dia, Jopi mendatangi kandang dan menemukan anaknya itu sudah terbujur kaku.

“Malam itu sempat datang ambulan untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun karena sudah meninggal nggak jadi."

"Sekarang jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka. Rencananya besok akan dimakamkan,” katanya.

Dikatakan, kasus kerbau dan sapi mati tersambar petir bukan baru kali ini terjadi.

Namun kata dia, jumlah sebanyak ini baru kali ini terjadi, terlebih karena ada orang yang menjadi korban.

“Baru kali ini kalau sebanyak ini,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Tapteng AKBP Sukamat mengatakan, korban bernama Sintor Habeyahan (23), seorang penggembala.

Kejadian terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Korban saat itu sedang menghidupkan perapian untuk mengusir nyamuk di kandang kerbau, tepatnya di samping rumah korban.

Tiba-tiba datang petir menyambarnya. Seketika, korban dan 19 kerbau tewas di tempat.

"Korban diserahkan kepada keluarganya. Sedangkan 19 kerbau itu rencananya akan dikuburkan secara massal menggunakan alat berat," kata Sukamat, kepada Kompas.com, Selasa (20/8/2019).

Pemilik kerbau sendiri bernama Mikael Simbolon (56). Mikael juga merupakan warga Dusun II, Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapteng.

"Kejadian seperti ini baru terjadi satu kali ini," ungkap Sukamat.

Dalam foto yang dikirimnya, tampak sekumpulan kerbau dalam keadaan rebah di dalam kandang yang terbuat dari kayu berkeliling dan menjadi tontonan warga dari luar kandang.  (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved