Arteria Dahlan Akhirnya Dilaporkan ke Polda Jabar, Imbas Minta Kajati Bicara Bahasa Sunda Dipecat

Majelis Adat Sunda telah mendatangi Polda Jabar untuk membuat laporan pengaduan terhadap Arteria Dahlan.

(Tribunnews.com)
Arteria Dahlan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Majelis Adat Sunda telah mendatangi Polda Jabar untuk membuat laporan pengaduan terhadap Arteria Dahlan.

Arteria Dahlan diadukan ke Polda Jabar atas dugaan kebohongan publik dan pernyataan bersifat Sara.

Menurut pantauan, sejumlah pengurus dan anggota Majelis Adat Sunda sudah berada di Polda Jabar sejak pukul 9.30 WIB.

Saat ini, mereka sedang membuat laporan di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Jabar.

Sebelumnya, Arteria Dahlan, anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan sempat meminta Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) mengganti Kajati yang menggunakan bahasa sunda saat rapat.

Pernyataan Arteria pun mendapat banyak tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat di Jawa Barat.

Arteria Dhlan tolak minta maaf

Arteria Dahlan buka suara terkait pernyataannya yang menimbulkan kontroversi hingga dituntut permintaan maaf.

Pernyataan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan, meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara bahasa Sunda ketika rapat menuai kecaman.

Arteria Dahlan pun didesak banyak pihak untuk meminta maaf atas pernyataannya itu.

Menanggapi desakan untuk meminta maaf, Arteria Dahlan menyebut ada mekanisme lapor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, bagi pihak yang tidak senang dengan pernyataannya.

Momen anggota komisi III DPR RI, Arteria Dahlan menanggapi penolakan Komnas HAM atas hukuman mati Herry Wirawan
Momen anggota komisi III DPR RI, Arteria Dahlan menanggapi penolakan Komnas HAM atas hukuman mati Herry Wirawan ((Youtube channel metrotvnews))

"Kalau saya salah kan jelas mekanismenya ada MKD, apakah pernyataan salah. Kita ini demokrasi, silakan kalau kurang berkenan dengan pernyataan saya silakan saja (lapor ke MKD)," kata Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Arteria menegaskan, dirinya tidak berniat mendiskreditkan suku Sunda.

Namun, dia tidak ingin ada kelompok Sunda Empire di Kejaksaan Agung.

"Tapi izinkan saya juga menyatakan yang demikian, repot dong kalau anggota DPR tiba-tiba (didesak minta maaf) seperti ini. Kita punya mekanisme, kita punya kanal-kanalnya," ucapnya.

"Dan saya bisa membuktikan yang saya katakan itu tidak ada maksud untuk mendiskreditkan, ini bagian dari komitmen kami, DPR, Komisi III, bersama dengan teman-teman di kejaksaan, ingin meyakinkan tidak ada Sunda Empire di kejaksaan," imbuhnya.

Arteria merasa geram jika masih ada jaksa masih menunjukkan kedekatannya dengan cara-cara berbahasa Sunda.

Selain itu, dia meminta agar video dirinya dalam rapat Komisi III DPR bersama Jaksa Agung dicermati secara utuh.

"Makanya saya akan marah betul di saat kita meyakinkan publik tidak ada Sunda Empire tiba-tiba masih ada 1-2 jaksa yang bukannya cari muka, tapi berusaha mempertontonkan kedekatannya dengan cara-cara seperti itu," pungkasnya.

Baca juga: Pernyataan Arteria Dahlan Bikin Masyarakat Peduli Bahasa Sunda Murka Hingga Keluarkan 3 Tuntutan Ini

Baca juga: Paguyuban Pasundan Lempar Protes Keras: Pernyataan Arteria Dahlan Melukai Masyarakat Sunda

Berita lain terkait Arteria Dahlan

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved