Breaking News:

Begini Reaksi Bupati Indramayu Nina Agustina Soal Lautan Sampah yang Kotor dan Bau di Pantai Dadap

Bupati Indramayu, Nina Agustina langsung menujukkan reaksinya soal lautan sampah yang menumpuk di sepanjang bibir Pantai Dadap di Kecamatan Juntinyuat

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Bupati Indramayu, Nina Agustina, Selasa (18/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu bakal mengambil langkah cepat soal lautan sampah yang menumpuk di sepanjang bibir Pantai Dadap di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu, Nina Agustina mengatakan, pemerintah daerah bakal langsung menerjunkan petugas untuk membersihkan areal pantai.

Rencananya, bersih-bersih serentak itu akan dilakukan pada Kamis (20/1/2022) besok.

"Tadi juga sudah disampaikan oleh Kadis LH, insya Allah besok akan dibersihkan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (19/1/2022).

Bersih-bersih Pantai Dadap itu nantinya juga akan melibatkan berbagai unsur petugas.

Diharapkan, pantai tersebut bisa secepatnya bersih dan tidak lagi menganggu pemandangan dan aroma bau tak sedap pun tak lagi tercium.

Lautan sampah di bibir Pantai Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (19/1/2022).
Lautan sampah di bibir Pantai Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (19/1/2022). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Baca juga: Mengerikan, Pantai Dadap Indramayu Dipenuhi Sampah yang Menumpuk, Bertahun-tahun Kotor dan Bau Busuk

Di sisi lain, dikatakan Nina Agustina, sampah- sampah ini datang dari berbagai daerah kemudian terbawa arus dari sungai dan laut.

Problematika sampah ini pun, menjadi perhatian serius dari pemerintah.

Oleh karena itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih sadar terhadap lingkungan, khususnya untuk tidak membuang sampah di Sungai.

Terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan, jangan sampai karena kebiasaan tersebut membuat aliran sungai tersendat hingga berakibat bencana banjir.

"Karena saat ini banyak yang beranggapan sungai itu adalah tong sampah besar, makanya kita sering temukan ada kursi, kasur, bantal. Jadi tolong kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai," ujar dia.

Baca juga: Arteria Dahlan Buka Suara Soal Desakan Tokoh Masyarakat Sunda yang Memintanya untuk Meminta Maaf

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved