Breaking News:

Arteria Dahlan Disebut Melanggar Pepatah Minang, Akan Dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan

Yusuf pun menilai ucapan menyinggung terkait bahasa Sunda yang disampaikan Arteria Dahlan di dalam rapat DPR RI sangat tidak sesuai. 

Editor: Mumu Mujahidin
Foto: Chaerul Umam
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurachman

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ketua KNPI Jabar Ridwansyah Yusuf Achmad mengatakan, kasus terkait Arteria Dahlan sangat disayangkan dan jadi contoh pejabat publik yang serampangan.

Menurut dia, itu memicu perselisihan di masyarakat.

Bahkan, menurutnya kritik yang diucapkan Arteria Dahlan terkait bahasa Sunda bisa menimbulkan konflik primordial.

"Kita lelah dengan pertengkaran," kata Ridwansyah Yusuf di Bandung, Rabu (19/1). 

Kata dia, pejabat publik harus bijak dalam mengeluarkan pernyataan jika sedang dalam forum terbuka.

Dia bahkan menyampaikan pepatah Minang yang dianggap dijunjung tinggi bagi warga Minang.

Anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan.
Anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan. ((Tribunnews.com/Chaerul Umam))

"Apalagi sebagai seorang putra Minang, Arteria Dahlan semestinya belajar petuah Minang. 'Kato nan ampek, kato mandaki, kato manurun, kato mandata, kator malereang'. Intinya, kalau bicara itu ada tempatnya," kata dia.

Yusuf pun menilai ucapan menyinggung terkait bahasa Sunda yang disampaikan Arteria Dahlan di dalam rapat DPR RI sangat tidak sesuai. 

"Apa yang Arteria utarakan dalam forum terhormat di DPR RI itu tidak sesuai tempatnya," kata dia.

Karena itu, Yusuf menegaskan KNPI Jabar yang di dalamnya terdapat 139 organisasi kepemudaan menuntut permohonan maaf dari Arteria Dahlan atas pernyataan yang dianggap telah menyinggung warga Jawa Barat. 

Baca juga: Pernyataan Arteri Dahlan Usik Dewan Kebudayaan di Kuningan: Bahasa Tubuhnya Pun Tampak Sombong

"Harus minta maaf, karena sudah menyinggung masyarakat Jawa Barat," katanya.

Arteria Dahlan sendiri menanggapi soal kecaman itu dengan mempersilahkan warga untuk melapor ke Mahkamah Kehormatan DPR RI.

"Kami siap. Meski minim teguran, setidaknya publik tahu bahwa kami, KNPI Jabar, sudah bersikap," katanya.

Pada sisi lain, Yusuf memuji para pejabat publik yang tetap bangga dan konsisten dalam menggunakan bahasa daerah. 

"Pak Asep Mulyana (kajati yang menggunakan bahasa Sunda) ini sosok yang bijak, santun, dan berintegeritas," katanya seraya menyebut hal ini diketahuinya saat beraudiensi beberapa hari lalu.

Baca juga: Seniman Budayawan Garut Bakal Berangkat ke Jakarta Kepung Arteria Dahlan di Gedung DPR RI

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved