Persibmania

JELANG Persib Bandung vs Borneo FC, Keduanya Kini Tak Hanya Bersaing untuk Laga di Lapangan Hijau

persaingan Persib Bandung dan Borneo FC ini pun terjadi di luar lapangan, untuk menentukan nasib bek Indra Mustafa.

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar
Starting eleven Persib Bandung di awal Liga 1 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Persib Bandung akan menghadapi Borneo FC dalam pertandingan pekan ke-20 lanjutan BRI Liga 1 Tahun 2021/2022, Selasa (18/1/2022).

Pertandingan menghadapi Borneo FC kali ini dipastikan akan berlangsung sengit, sebab bukan hanya bertanding secara prestasi untuk saling mengalahkan secara strategi di atas lapangan.

Namun persaingan kedua tim ini pun terjadi di luar lapangan, untuk menentukan nasib bek Indra Mustafa.

Seperti yang diketahui perebutan Indra Mustafa menjadi bumbu persaingan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, hingga akan berujung pada proses peradilan di meja hijau.

Hal tersebut terjadi karena pemain kelahiran Kabupaten Bogor, 28 Juni 1999 tersebut melakukan penandatanganan kontrak kerja berdurasi dua tahun dengan pihak Borneo FC pada awal Januari 2022 lalu.

Indra Mustafa
Indra Mustafa (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)

Baca juga: INI Kata-kata Pamitan Yang Ditulis Indra Mustafa di Akun Pribadi Usai Hengkang dari Persib Bandung

Namun, disisi lain Persib Bandung mengaku tidak melepas Indra dari bagian skuat Maung Bandung karena pemain yang bersangkutan memiliki kontrak kerjasama hingga akhir musim kompetisi.

"Sehubungan dengan informasi tentang salah seorang pemain Persib, Indra Mustafa, dengan ini manajemen Persib hendak mengkonfirmasi beberapa hal sebagai berikut. Bahwa pemain atas nama Indra Mustafa masih menjadi bagian dari skuad utama Persib dan masih terdaftar untuk mengikuti kompetisi Liga 1 hingga akhir musim kompetisi Liga 1 2021/2022," tulis Persib, dilansir TribunJabar.id dari laman resmi klub.

Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono pun menjelaskan terkait kronologi polemik kepindahan pemain bernomor punggung 6 di Persib Bandung tersebut ke Borneo FC.

Menurutnya, permasalahan tersebut muncul saat tim Persib hendak bertolak ke Bali pada 1 Januari 2022. Indra tidak muncul saat hari keberangkatan tim di Bandara.

"Jadi gini, kami sudah kasih tahu ke Indra bahwa dia menjadi bagian dari skuat tim sampai akhir musim. Tapi dia ngotot ingin pindah. Kita sudah menjelaskan itu ke dia, dan Pak Yaya (pelatih fisik) juga menjelaskan, tapi di hari keberangkatan (ke Bali) dia gak hadir di bandara," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (13/1/2022)

Saat dihubungi lanjutnya, pemain yang bersangkutan mengaku, masih berada di kampung halamannya, dan tiba-tiba mengatakan tidak ingin melanjutkan kontrak kerjasamanya bersama tim Maung Bandung. Bahkan, dalam komunikasi tersebut, Ia tidak menyebutkan akan pindah klub.

"Kemudian di telepon, tiba-tiba dia sudah tidak ingin di Persib. Saya bilang enggak bisa, karena masih ada kontrak. Dia tidak terbuka akan pindah, tapi dia bilangnya istirahat di rumahnya di Bogor. Tiba-tiba besoknya diumumkan (gabung Borneo)," ucapnya.

Baca juga: Persib Bandung Kehilangan Bek Muda, Indra Mustafa Merapat ke Borneo FC

Manajemen Persib menurut Teddy, sudah menjelaskan terkait status Indra Mustafa ke Borneo FC. Selain itu, pihaknya tak ingin berpolemik mengenai kondisi yang terjadi saat ini.

"Kita sudah jelaskan ke Borneo statusnya seperti apa. Kita gak mau berpolemik lah, yang penting hitam di atas putihnya aja," ujar Teddy.

Lebih lanjut Teddy menjelaskan, tindakan indisipliner yang dilakukan Indra adalah yang ketiga, setelah sebelumnya, pemain yang bersangkutan juga pernah melakukan tindakan indisipliner karena terlambat datang dalam sesi latihan tim.

"Lalu sang pemain juga tidak hadir pada saat tim akan berangkat ke Yogyakarta di seri 3, dan yang terakhir sang pemain kembali tidak hadir pada saat tim akan berangkat ke Bali di seri 4 ini," katanya.

Menurutnya, Persib sangat menghormati seluruh pemain secara profesional dan menjunjung tinggi aturan yang ditetapkan operator liga terkait transfer pemain.

Sementara di pihak lain, Borneo FC merespon hal tersebut dengan menyerahkan kasus tersebut ke National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.

NDRC Indonesia merupakan badan yang dibentuk oleh kerjasama PSSI, FIFA, FIFPro dan APPI.

Ia berfungsi sebagai badan pengaduan dan solusi untuk para pemain sepak bola profesional di Indonesia mengenai masalah kontrak.

Sebab, menggantungnya status Indra Mustafa di tim Borneo FC menyebabkan pemain tersebut terancam tak bisa dibawa untuk mengarungi putaran kedua Liga 1, karena belum disahkan melalui sistem SIAP PSSI.

Melalui laman resminya, Borneo FC menyampaikan enam poin pernyataan terkait polemik transfer pemain tersebut yaitu,

1. Sebelum melakukan perekrutan pemain, Borneo FC Samarinda lebih dulu menelaah seluruh aspek mulai dari kondisi fisik, kebutuhan teknis termasuk kontrak kerja pemain tersebut dengan klub terakhirnya.

2. Bahwa berdasarkan penilaian dari tim legal Borneo FC Samarinda, kontrak kerja pemain dengan klub sebelumnya telah berakhir.

3. Berdasarkan hal-hal tersebut, Borneo FC Samarinda manjalin kontrak kerja selama 2 musim dengan pemain yang bersangkutan dengan nomor kontrak 159/PKPM/BORNEO-FC/XII/2021.

4. Bahwa Borneo FC Samarinda sudah melakukan proses registrasi pemain dan melengkapi semua dokumen untuk bisa bermain di putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022. Namun sampai saat ini status dari pemain yang bersangkutan belum juga disahkan oleh sistem SIAP.

5. Berkaitan dengan hal-hal tersebut, Borneo FC Samarinda mengalami kerugian secara teknis dalam menjalani kompetisi putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022.

6. Menindaklanjuti dari situasi ini, kami menilai perlu adanya tinjauan dan keputusan legal yang lebih berbobot dan komperhensif, karenanya kami akan meneruskan persoalan ini ke NDRC.

Management Borneo FC Samarinda dengan semangat sportifitas sangat menghormati perbedaan opini dalam penilaian terhadap kontrak kerja professional diantara pesepakbola maupun klub-klub lainnya.

Tetapi Borneo FC Samarinda berharap adanya putusan yang adil dan berkekuatan hukum tetap terhadap persoalan ini, terutama mengingat kompetisi putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022 sudah kembali bergulir.

Diluar polemik transfer Indra Mustafa, Persib Bandung yang saat ini berada di urutan empat klasemen sementara BRI Liga 1 musim ini dengan mengumpulkan 37 poin dari 19 laga yang telah dilakoni, wajib meraih kemenangan dari Borneo FC untuk menjaga asa dalam perburuan gelar juara di akhir kompetisi. 

Dimana, Persib memiliki selisih dua hingga tiga poin dengan tiga tim di atasnya yaitu, Arema FC di puncak klasemen dengan 40 poin, diikuti Bhayangkara FC dengan 40 poin, dan Persebaya Surabaya dengan 39 poin.

Andai mampu menaklukkan Borneo FC, Persib Bandung berpeluang untuk kembali menempati posisi puncak.

Sementara itu, Borneo FC di urutan ketujuh dengan 30 poin pun tidak ingin merelakan tiga poin bagi tim lawan, dan memiliki ambisi untuk merangsek ke papan atas klasemen sementara.

Bagi tim berjuluk Pesut Etam, kemenangan dari Persib Bandung membuka peluang timnya untuk menempati peringkat keenam klasemen, menyalip tim PSIS Semarang yang berada di atasnya.

Terlebih dari lima laga yang telah dilakoninya, Borneo FC hanya meraih dua kali kemenangan, satu kali kalah, dan dua kali hasil imbang. (Cipta Permana) 

Baca juga: Robert Alberts Out? Setelah Persib Terjungkal Dari Puncak Klasemen, Begini Analisis Yudi Guntara

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved