Persibmania

JELANG Persib Bandung vs Borneo FC, Keduanya Kini Tak Hanya Bersaing untuk Laga di Lapangan Hijau

persaingan Persib Bandung dan Borneo FC ini pun terjadi di luar lapangan, untuk menentukan nasib bek Indra Mustafa.

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar
Starting eleven Persib Bandung di awal Liga 1 

Lebih lanjut Teddy menjelaskan, tindakan indisipliner yang dilakukan Indra adalah yang ketiga, setelah sebelumnya, pemain yang bersangkutan juga pernah melakukan tindakan indisipliner karena terlambat datang dalam sesi latihan tim.

"Lalu sang pemain juga tidak hadir pada saat tim akan berangkat ke Yogyakarta di seri 3, dan yang terakhir sang pemain kembali tidak hadir pada saat tim akan berangkat ke Bali di seri 4 ini," katanya.

Menurutnya, Persib sangat menghormati seluruh pemain secara profesional dan menjunjung tinggi aturan yang ditetapkan operator liga terkait transfer pemain.

Sementara di pihak lain, Borneo FC merespon hal tersebut dengan menyerahkan kasus tersebut ke National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.

NDRC Indonesia merupakan badan yang dibentuk oleh kerjasama PSSI, FIFA, FIFPro dan APPI.

Ia berfungsi sebagai badan pengaduan dan solusi untuk para pemain sepak bola profesional di Indonesia mengenai masalah kontrak.

Sebab, menggantungnya status Indra Mustafa di tim Borneo FC menyebabkan pemain tersebut terancam tak bisa dibawa untuk mengarungi putaran kedua Liga 1, karena belum disahkan melalui sistem SIAP PSSI.

Melalui laman resminya, Borneo FC menyampaikan enam poin pernyataan terkait polemik transfer pemain tersebut yaitu,

1. Sebelum melakukan perekrutan pemain, Borneo FC Samarinda lebih dulu menelaah seluruh aspek mulai dari kondisi fisik, kebutuhan teknis termasuk kontrak kerja pemain tersebut dengan klub terakhirnya.

2. Bahwa berdasarkan penilaian dari tim legal Borneo FC Samarinda, kontrak kerja pemain dengan klub sebelumnya telah berakhir.

3. Berdasarkan hal-hal tersebut, Borneo FC Samarinda manjalin kontrak kerja selama 2 musim dengan pemain yang bersangkutan dengan nomor kontrak 159/PKPM/BORNEO-FC/XII/2021.

4. Bahwa Borneo FC Samarinda sudah melakukan proses registrasi pemain dan melengkapi semua dokumen untuk bisa bermain di putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022. Namun sampai saat ini status dari pemain yang bersangkutan belum juga disahkan oleh sistem SIAP.

5. Berkaitan dengan hal-hal tersebut, Borneo FC Samarinda mengalami kerugian secara teknis dalam menjalani kompetisi putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022.

6. Menindaklanjuti dari situasi ini, kami menilai perlu adanya tinjauan dan keputusan legal yang lebih berbobot dan komperhensif, karenanya kami akan meneruskan persoalan ini ke NDRC.

Management Borneo FC Samarinda dengan semangat sportifitas sangat menghormati perbedaan opini dalam penilaian terhadap kontrak kerja professional diantara pesepakbola maupun klub-klub lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved