Breaking News:

Jadi Korban TKW Unprosedural Rokaya Warga Indramayu akan Tempuh Jalur Hukum, Ini Katanya

Rokaya masih menunggu arahan lebih lanjut dari SBMI selaku kuasa hukumnya dalam pelaporan kasus penyaluran TKW unprosedural ke timur tengah.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Rokaya (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu di kediamannya di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Jumat (14/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Seusai pulang dari Arbil, Irak, Rokaya (40) Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Indramayu bakal melanjutkan kasus yang menimpanya ke polisi.

Sebelumnya, keluarga dari Rokaya didampingi Serikat Buruh Miran Indonesia (SBMI) sudah membuat laporan ke Polres Indramayu beberapa waktu lalu.

Sponsor yang memberangkatkan Rokaya, dilaporkan soal dugaan tindak pidana penyaluran TKW Unprosedural.

Alasan Rokaya ingin melanjutkan proses hukum itu, karena ia tidak ingin kasus yang sebelumnya menimpa dia juga dialami oleh Calon PMI lainnya yang hendak ke luar negeri.

Rokaya (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu di kediamannya di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Jumat (14/1/2022).
Rokaya (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu di kediamannya di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Jumat (14/1/2022). (TribunCirebon.com/Handhika Rahman)

"Tetap saya ingin lanjutkan proses ke ranah hukum," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di kediamannya di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jumat (14/1/2022).

Rokaya menyampaikan, saat ini, ia masih menunggu arahan lebih lanjut dari SBMI selaku kuasa hukumnya dalam pelaporan kasus penyaluran TKW Unprosedural ke timur tengah.

Ia berharap, dengan dilanjutkannya proses hukum ini bisa menjadi pelajaran bagi para oknum agar tidak lagi menyalurkan pekerja migran secara unprosedural.

"Saat ini nunggu arahan dari SBMI dulu, bagaimana selanjutnya," ujar dia.

Masih diceritakan Rokaya, melanjutkan proses hukum ini pun, sesuai dengan saran dari Benny Rhamdani, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Saat itu, Benny Rhamdani menyarankan agar Rokaya bisa memperjuangkan kasus hukum tersebut agar tidak ada lagi korban selanjutnya.

"Saya juga sempat dipaksa saat itu untuk menandatangani pernyataan tidak akan menuntut, tapi saya tidak mau," ujarnya.

Baca juga: Ini Alasan Rokaya TKW Asal Indramayu yang Buat Video Minta Tolong ke Jokowi hingga Viral

Baca juga: Miris Rokaya TKW Asal Indramayu hanya Bawa Pulang Rp 4.000 dari Irak, Uang 800 Dollar Diminta Agensi

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved