Breaking News:

Kondisi Ustaz Bejat yang Cabuli 8 Santri di Kuningan, Ini Kata Kasat Reskrim Polres Kuningan

Kasus mirip Herry Wirawan di Kuningan melibatkan Abdul Hafifi (38) yang melakukan pencabulan terhadapi santri di Ponpes Bina Qurani

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Abdul Hafifi (38) Pimpinan Pondok Pesantren di Kuningan ditangkap polisi, Jumat (31/12/2021) 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kasus mirip Herry Wirawan di Kuningan melibatkan Abdul Hafifi (38) yang melakukan pencabulan terhadapi santri di Ponpes Bina Qurani di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

Kini kondisi pelaku membaik selama berada di dalam tahanan Mapolres Kuningan.

"Untuk kondisi kesehatan baik dan sekarang, bersangkutan masih ditahan Polres," ungkap Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP MH Firmansyah saat memberikan keterangan kepada Tribuncirebon.com, melalui sambungan selulernya, Rabu (12/1/2022).

Alasan masih dilakukan penahanan di penjara Polres Kuningan, kata AKP MH Firmansyah menyebut bahwa hingga saat ini sedang dilakukan pengumpulan data dan keterangan.

Sebab dari total delapan santri yang menjadi korban itu tidak semua keluarga korban melapor.

"Dari total 8 santri yang menjadi korban pelaku. Ada tiga keluarga korban yang melapor hingga sekarang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Rencana kedepan, kata AKP MH Firmansyah dalam beberapa waktu kedepan sejumlah berkas dan laporan yang terhimpun akan dilimpahkan ke Kantor Kejaksaan Negeri Kuningan.

"Semoga dalam pengurusan berkas bisa selesai beberapa hari ini, dan kami akan melayangkan ke Kejaksaan Negeri," katanya.

Menyingung soal pendampingan hukum bagi oknum Ustad Jahat, AKP MH Firmansyah mengaku hingga saat sekarang itu keluarga terduga pelaku cabul belum melapor.

Namun dalam beberapa hari lalu ada pihak terduga pelaku yang datang untuk melihat kondisi kesehatan.

"Untuk pendampingan hukum atau kuasa hukum bagi terduga yang disediakan keluraga, hingga sekarang tidak ada sama sekali dan tidak ada laporannya. Meski demikian, kami juga menyediakan kuasa hukum bagi terduga, namun pihak keluarga tidak kearahan sana dan sempat datang untuk menjenguk saja," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved