FAKTA 4 Mantan Pemain Timnas Indonesia, Redup di Usia Muda, Ada yang Jadi Tentara Hingga Jadi Begal

Tak sedikit dari mereka yang pernah menjadi bagian dari pasukan Timnas Indonesia justru karirnya meredup, bahkan ada yang bernasib sial.

Editor: dedy herdiana
MILLS SPORTS via BolasSport.com
ILUSTRASI: Jersey Timnas Indonesia yang dirilis Mills Sport pada Jumat (17/4/2020). 

Akhirnya tahun 2015 Dedek memilih gantung sepatu karena karirnya pun semakin meredup setelah kecanduan narkoba.

Lalu tahun 2016 jadi tahun terburuk bagi Dedek.

Ia sebelumnya berkenalan dengan pelaku begal bernama Indra di Pekanbaru.

Lalu, Indra mengajaknya untuk berbuat kejahatan dengan merampas kendaraan, sementara ia memegang senjata api.

Dedek menembak kaki korban dan mengambil sepeda motor milik korban.

Setelahnya, ia menjual motor itu ke penadah dan uangnya ia gunakan untuk dibelikan narkoba.

Dedek akhirnya berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru di rumahnya di Danau Bingkuang, Kampar.

Karena kejatahannya, Dedek harus mendekam di balik jeruji.

Baca juga: Timnas Indonesia Runner-Up Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Diberi Perintah Baru dari Presiden Jokowi

4. Fachri Firmansyah

Fachri Firmansyah berseragam TNI.
Fachri Firmansyah berseragam TNI. ((ISTIMEWA))

Fachri Firmansyah adalah pemain sepak bola yang kini menjadi seorang prajurit TNI.

Fachri Firmansyah berhasil lolos seleksi untuk menjadi bagian dari skuad Timnas U-21 Indonesia yang bertanding di turnamen COTIF di Spanyol pada tahun 2014.

Petaka justru datang kepada Fachri Firmansyah saat membela Timnas, ia mengalami cedera ACL saat membela Timnas U-21 Indonesia di Spanyol.

Cedera yang cukup parah bagi seorang pemain sepak bola tersebut membuatnya sempat berhenti berkarier sebagai pemain sepak bola.

Karena tidak mendapat terapi usai cedera ACL membuat Fachri sempat menjadi seorang Satpam setelah sempat menjadi seorang di salah satu pabrik rokok di kediri.

Setelah mengalami cedera yang membuat mimpinya di dunia sepak bola kandas, ia sempat mengalami tekanan batin dan memutuskan untuk masuk ke Pondok Pesantren Attahzib di daerah Rejoagung, Ngoro, Jombang untuk menenangkan pikiran.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved