Breaking News:

Banyak E-Warung Nakal di Indramayu, Ini Yang Dilakukan Korda Kemensos saat Tangani Masalah 

Ramdhan Dwi Ratriana menyampaikan, pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah persoalan administratif.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Koordinator Daerah Kabupaten Indramayu Kemensos RI, Ramdhan Dwi Ratriana. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Koordinator Daerah, Kementerian Sosial RI di Kabupaten Indramayu mengaku sering menegur e-warung yang nakal dalam menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT).

Teguran tersebut diberikan melalui surat peringatan (SP) yang didapat berdasarkan temuan petugas langsung di lapangan maupun yang berasal dari laporan masyarakat.

"Jumlahnya bervariatif ya, kita sebulan bisa memberikan surat peringatan (SP) sebanyak 1-3 kali, tapi kita juga pernah dalam 3 bulan sama sekali tidak mengeluarkan SP," ujar Koordinator Daerah Kabupaten Indramayu Kemensos RI, Ramdhan Dwi Ratriana kepada Tribuncirebon.com, Senin (3/1/2022).

Ramdhan Dwi Ratriana menyampaikan, pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah persoalan administratif.

Seperti, e-warung tidak mengeluarkan nota belanja, e-warung hanya buka saat penyaluran saja, dan lain sebagainya.

Adapun, pelanggaran paling berat yang pernah ditemui adalah ketika ada salah satu e-warung yang melakukan pelayanan tidak sesuai dengan yang dibelanjakan oleh KPM.

"Istilah kriminalnya itu semacam penggelapan, jadi pernah ada misal saldo si KPM ini ada 5 tahap, tapi yang diberikan hanya 4 tahap saja," ujar dia.

Ramdhan Dwi Ratriana mengatakan, dengan adanya teguran ini menjadi upaya dari pihaknya dalam melakukan pengawasan penyaluran bansos kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sehingga, mereka bisa mendapat haknya sesuai dengan ketentuan tanpa mengalami kecurangan.

Dalam hal ini, ia juga menekankan agar para KPM memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing secara pribadi, jangan diberikan kepada siapapun.

Ramdhan Dwi Ratriana juga mengaku sangat terbuka bilamana ada masyarakat yang mengeluh soal penyaluran bantuan yang diterimanya, masyarakat tersebut bisa melaporkannya ke Dinas Sosial Kabupaten Indramayu untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Sejauh ini yang mendapat sampai SP3 itu belum ada, dan mudah-mudahan jangan sampai ada," ujar dia.

Baca juga: TKW Asal Indramayu Dideportasi Dari Hongkong, Dinyatakan Hamil Ketika Dicek Kesehatan

Baca juga: KECELAKAAN Maut Pukul 03.40 di Tol Cipularang, Travel Gelap Tabrak Truk Hingga Ringsek Parah

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved