Breaking News:

Jembatan Penghubung 2 Desa di Pangandaran Ini Harus Segera Dibangun, Warga Keluhkan Kondisinya Rusak

Warga di Pangandaran, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung antar Desa yang sudah mulai rusak.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Padna
kondisi jembatan Ciseel di wilayah Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat (27/12/2021) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Warga di Pangandaran, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung antar Desa yang sudah mulai rusak.

Jembatan ini berada di wilayah Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.

Dan merupakan satu penghubung antar Desa Maruyungsari dan Desa Karangpawitan, Kecamatan Padaherang.

Jembatan dengan tiang beton yang dibuat warga bersama pemerintah desa di tahun 2003 - 2004 ini, mempunyai panjang 30 meter dan lebar 3,5 meter.

Jembatan yang dibuat diatas sungai Ciseel ini dengan keadaan seluruh bantalan jembatan dengan menggunakan balok kayu kelapa dan sulaman bambu.

Dan bantalan jembatan itu, merupakan hasil swadaya masyarakat setempat dan sebagian dari partisipasi pengendara yang melintas.

Kegiatan swadaya masyarakat itu sudah dilakukan sejak ada jembatan yang tujuannya untuk perawatan. Mereka, bergotong royong menyulam bantalan jembatan agar bisa dilewati.

Namun, tahun-tahun ini karena belum ada perhatian dari pemerintah daerah, masyarakat mulai jenuh dan kewalahan dalam melakukan perawatan.

Apalagi, kondisi sebagian tihang besi jembatan sudah berkarat di makan usia.
Dan kini, keadaan jembatan tersebut semangkin parah, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Dan warga pun termasuk pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA yang akan melintasi jembatan tersebut harus selalu berhati hati.

Satu warga setempat, Wahyu (30) mengeluhkan dengan kondisi jembatan Ciseel sekarang ini.

"Kami, warga disini sangat mengharapkan pemerintah secepatnya bangun jembatan ini. Kalau musim hujan, kan sungai meluap, jelas kita jalannya harus muter," ujarnya kepada sejumlah wartawan disekitar lokasi jembatan, Senin (27/12/2021) pagi.

"Dulu, memang kami selalu bergotong-royong untuk perawatan jembatan. Tapi, karena banyak material jembatan sudah lapuk, jadi banyak juga yang harus diganti," katanya.

Kepala Dusun Anggaraksan, Maruyungsari, Kartim mengatakan, bahwa sebenarnya wewenang ada di pihak Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

"Karena, Desa sudah berkali-kali mengusulkan ke Kabupaten, bahkan provinsi, agar Jembatan Ciseel bisa dibangun sesuai fungsinya. Tapi, belum terealisasi," katanya.

Ia pun berharap, agar pihak berwenang segera membangun jembatan yang sangat vital di daerahnya.

"Karena, jembatan ini awal dibangun dari partisipasi atau swadaya masyarakat, perawatan juga sebagian dari hasil keikhlasan pengguna jembatan. Makanya, sekarang tinggal tindakan pemerintah, kita kan sudah berkali kali mengusulkan," ucap Kartim. 

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon Capai 70,48 Persen, Plt Kadinkes: Prokes Harus Dijaga

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved