Breaking News:

Ini Kegiatan Perayaan Natal yang Dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Kuningan, 6 Napi Dapat Remisi 

Momentum perayaan Natal 2021 di lingkungan lembaga pemasyarakatan Kelas II A Kuningan tidak luput dari kegiatan keagamaan Kristen.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Dok. Humas Lapas Kelas IIA Kuningan
Kegiatan perayaan Hari Natal 2021 di Lapas Kelas IIA Kuningan, Sabtu (25/12/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TEIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Momentum perayaan Natal 2021 di lingkungan lembaga pemasyarakatan Kelas II A Kuningan tidak luput dari kegiatan keagamaan Kristen.

Hal itu terbukti dengan kebijakan manajamen Lapas Kelas IIA dalam memberikan pelayanan dan memfasilitasi kegiatan keagamaan mereka.

"Untuk perayaan Hari Natal 2021, kami berikan waktu dan kesempatan kepada Lapas yang beragama Kristen. Namun dalam pelaksanaannya itu mendapat pengawasan dan di pandu langsung tokoh agama yang berkoordinasi dengan Bagian Musyawarah Antar Gereja di lingkungan Lapas," kata Kepala Lapas Kuningan Gumilar Budirahayu saat di konfirmasi melalui ponselnya, Minggu (26/12/2021).

Gumilar menyebut kegiatan lain yang diberikan kepada warga binaan yang diketahui beragama Kristen dalam program Kemenhukam RI melalui pemberian remisi husus Natal 2021.

"Prosesi dilaksanakan upacara penyerahan remisi khusus natal tahun 2021. Dari 11 Orang warga binaan Lapas Kelas IIA Kuningan hanya 6 orang yang mendapatkan remisi Khusus Natal dan 5 orang lainnya tidak mendapatkan karena belum memenuhi persyaratan adminsitratif dan subtantif," ungkapnya.

Baca juga: Pemudik Natal dan Tahun Baru Mulai Padati Jalur Pantura Indramayu, Bawa Sejumlah Barang Bawaan

Mengenai remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani pidana, terkecuali yang dipidana mati atau seumur hidup.

"Iya, remisi itu fasilitas yang diberikan kepada warga binaan lapas dengan penilaian - penilaian tersendiri. Seperti terjadi perubahan kelakukan pada warga lapas, tentu dalam perubahan kebaikan. Sedang, remisi tidak diberikan kepada warga binaan yang dijatuhi vonis seumur hidup," katanya.

Semoga dalam pemberian remisi ini bisa disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kemudian tidak luput sebagai bentuk terhadap menyadari  kesalahan dan Tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. (*)

Baca juga: Mau Naik Kereta Api Saat Libur Natal dan Tahun Baru? Ini Syaratnya, Berlaku Hingga 2 Januari 2022

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved